Tanaman Obat Buni

Buni

(Antidesma bunius (L.) Spreng.)

 

Sinonim :

 

Familia :

Euphorbiaceae

 

 

Uraian :

Pohon buah, tinggi 15-30 m. Pohon berbatang sedang ini tersebar di Asia Tenggara dan Australia, di Jawa tumbuh liar di hutan atau ditanam di halaman dan dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 1.400 m dpi. Daun tunggal, bertangkai pendek, bentuknya. bulat telur sungsang sampai lanset, panjang 9-25 cm, tepi rata agak bergelombang, ujung meruncing, pangkal tumpul. Daun muda warnanya hijau muda, setelah tua menjadi hijau tua. Buni berumah dua, bunga dalam tandan, keluar dari ketiak daun atau di ujung percabangan. Buahnya kecil-kecil panjang sekitar 1 cm, bentuknya elips berwarna hijau, biia masak menjadi ungu kehitaman dan rasanya manis sedikit asam. Biji pipih dengan rusuk berbentuk jala. Daun muda rasanya sedikit asam, dapat disayur atau dimakan mentah sebagai lalab. Buah muda dirujak dengan buah lain, sedang yang masak dapat dimakan langsung, diekstrak dengan brandi, dibuat selai atau sirop. Daunnya oteh pembuat jamu disebut mojar, biasa dipakai untuk campuran ramuan jamu kesehatan. Perbanyakan dengan biji atau okulasi.

 

 

Nama Lokal :

Barune, huni, h. gedeh, h. wera (Sunda), wuni (Jawa); Burneh (Madura), buni, katakuti, kutikata (Maluku); Bune tedong (Makasar); U ye cah (China).;

 

 

 

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Kurang darah, darah kotor, Hipertensi, Jantung berdebar, Batuk; Ganguan pencernaan, Sifilis, Kencing nanah;

 

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI: Daun, ranting dan buah.

 

KEGUNAAN.,

- Kurang darah, darah kotor.

- Tekanan darah tinggi.

- Jantung berdebar.

- Batuk, gangguan pencernaan.

- Sifilis, kencing nanah.

 

PEMAKAIAN:

Untuk minum: 3G-50 buah masak atau 15-30 9 daun, rebus.

Pemakaian luar. Daun dicuci bersih lalu digiling halus, bubuhkan pada luka sifilis atau bisul pada anak-anak.

 

 

CARA PEMAKAIAN:

1. Darah tinggi :

Buah buni yang telah masak sebanyak 30 butir dicuci bersih.

Kunyah sampai halus, bijinya dibuang dan daging buahnya ditelan.

Segera minum air hangat 1 cangkir. Lakukan  2-3 kali sehari.

 

2. Jantung berdebar.

Buah buni yang telah masak sebanyak 25 buah, daun muda

kacapiring (Gardenia jasminoides Ellis) sebanyak 6 lembar, daun

sembung (Blumea balsam itera L.) sebanyak 10 tembar, kayu manis

seukuran 1 jari, jahe sebesar 1/2 jari, gula enau 2 jari, dicuci dan

dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 4 gelas air bersih

sampai tersisa 2 gelas.  Setelah dingin disaring, lalu diminum.

Sehari 2 kali, setiap kali 1 gelas.

 

3. Kurang darah:

Buah buni yang telah masak sebanyak 50 buah, asam kawak

sebanyak 2 jari, rimpang kunyit seukuran 3/4 jari, dicuci lalu

ditumbuk sampai halus. Tambahkan 1/2 cangkir air minum dan

1 sendok makan madu, aduk sampai merata. Peras dan saring, lalu

diminum.  Lakukan 2-3 kali sehari. dalam tandan, keluar dari ketiak

daun atau di ujung percabangan.  Buahnya kecil-kecil panjang

sekitar 1 cm, bentuknya elips berwarna hijau, bila masak menjadi

ungu kehitaman dan rasanya manis sedikit asam.  Biji pipih dengan

rusuk berbentuk jala.

 

4. Sifilis:

Buah buni yang telah masak sebanyak 50 buah, daun sambiloto

(Andrographis paniculata) sebanyak 50 lembar, daun ngokilo

sebanyak 7 lembar, daun paria hutan sebanyak 10 lembar, daun

pegagan (Centelia asiatica L.) 10 lembar, batang brotowali

(Tinospora crispa L.) seukuran 1 jari, gula enau sebesar 3 jari,

dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Tambahkan 4 gelas air

bersih, rebus sampai airnya tersisa 2 1/4 gelas.  Setelah dingin

disaring, lalu diminum.  Sehari 3 x 3/4 gelas.

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa asam. Peluruh keringat, hilangkan racun, hilangkan haus, meningkatkan sirkulasi darah. KANDUNGAN KIMIA: Kulit batang rasanya sepat, mengandung sedikit alkaloida yang beracun. Daun: Friedelin.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanaman Obat Bungli

Bungli

(Oroxylum indicum (L.) Vent.)

 

Sinonim :

Bignonia indica L. Calosanthes indica Bl.

 

Familia :

Bignoniaceae.

 

 

Uraian :

Pohon, tinggi lebih kurang 10 meter, batang tegak, berkayu, warna hijau kotor. Daun majemuk bentuk lonjong, ujung runcing, pangkal tumpul, warna hijau. Bunga majemuk, kelopak bentuk tabung, mahkota bentuk terompet. Buah kotak warna cokelat. Bagian yang Digunakan Biji dan kulit kayu.

 

 

Nama Lokal :

NAMA DAERAH: Kayu pedang (Minahasa); Kapung-kapung (Palembang); Pongporang (Sunda); Kajeng jaler, Kayu lanang, Wungli (Jawa); Dhangpedhangan (Madura); Merkulai, Merulai, Merlai, Bonglai kayu, Bolai kayu, Boli, Boloi, Bongloi Berak, Beka kampong, Bikir, Bikir hangkap, Kankatang, Biji lunang, Daun juar (Melayu). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Oroxyli indici Semen; Biji Bungli. Oroxyli indici Cortex; Kulit Kayu Bungli.

 

 

 

Penyakit Yang Dapat Diobati :

SIFAT KHAS Agak manis, pahit, mendinginkan, dan membersihkan darah. KHASIAT Biji: Anti inflamasi, analgesik, dan antitusif. Kulit kayut: Anti inflamasi dan diuretik.

 

Pemanfaatan :

KEGUNAAN

Biji:

-Bronkhitis.

-Nyeri tulang rusuk.

-Radang kerongkongan.

-Sakit perut bagian atas.

 

Kulit kayu:

-Hepatitis.

-Rematik.

-Membangkitkan nafsu makan.

-Radang selaput lendir kandung kemih.

-Sakit perttt.

 

Kulit akar:

-Disentri.

-Mencret.

 

RAMUAN DAN TAKARAN

Radang Kerongkongan dan Bronkhitis

Ramuan:

Biji Bungli  1 gram

Akar Manis  5 gram

Kencur  7 gram

Air  110 ml

 

Cara pembuatan:

Dibuat infus.

 

Cara pemakaian:

Diminum 1 kali sehari 100 ml.

 

Lama pengobatan:

Diulang selama 4 hari.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanaman Obat Bunga Tasbih

Bunga Tasbih

(Canna indica Linn.)

 

Sinonim :

Canna orientalis, Roscoe. Canna patens, Roscoe.

 

Familia :

Cannaceae

 

 

Uraian :

Terna besar, tahunan, tinggi mencapai 2 m., dalam tanah mempunyai rimpang yang tebal seperti ubi. Daun besar dan lebar, nyirip jelas warna hijau (ada yang berwarna tengguli). Bunga besar dengan warna-warna cerah (merah, kuning) tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan. Buah berupa buah kendaga, biji banyak, bulat. Hampir selalu ditanam sebagai tanaman hias, tapi tumbuh liar di hutan dan daerah pegunungan sampai ketinggian 1.000 dari permukaan laut. Jenis lain, Canna edulis Ke Gawl. (Ganyong) mempunyai kelopak bunga lebih kecil, daun hijau tengguli dengan ping lebih tengguli. Ditanam sebagai tanaman hias, rimpangnya dapat dimakan, di Australia sebagai penghasil tepung yang dikenal sebagai “arrowroot of Queensland”.

 

 

Nama Lokal :

Gany hutan (Melayu), Nyong wana, ganyong alas (Jawa); Ganyol leuweung (Sunda), Puspanyidra; Mel ren jiao gen (China);

 

 

 

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Penurun panas, Hipertensi, Disentri, Keputihan, Sakit kuning; Batuk darah, Luka berdarah, Radang kulit bernanah, Jerawat; Haid banyak;

 

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI: Akar dan rimpang (segar atau kering), bunga (kering). KEGUNAAN: – Penurun panas (antipyretic), tekanan darah tinggi, chronic dysentery, metrorrhagia (haid banyak), keputihan (leucorrhoe), sakit kuning (acute icteric hepatitis), batuk darah (hemoptysis). – Pemakaian luar: luka berdarah, radang kulit bernanah, jerawat (acne vulgaris). PEMAKAIAN: Akar/rimpang: 15 – 30 gr. kering atau 30 – 60 gr. basah. Bunga: 10 – 15 gr. PEMAKAIAN LUAR: Akar/rimpang segar dilumatkan, untuk ditempelkan ketempat yang sakit. CARA PEMAKAIAN : 1. Acute icteric hepatitis: Minum rebusan akar tasbih: 60 – 120 gr (dosis maksimal 250 gr.) sehari, dibagi 2 kali minum, selama 20 hari, maksimal 47 hari. 2. Menghentikan perdarahan: 10 – 15 gr. bunga tasbih, direbus, minum. 3. Keputihan: 15 – 30 gr. akar tasbih + ketan + daging ayam: di tim.

Komposisi :

SIFAT KIMAWI DAN EFEK FARMAKOLOGI: Rasa agak manis, sejuk, penurun panas, menurunkan tekanan darah, penenang (tranqui-lizer). KANDUNGAN KIMIA: Rimpang mengandung 6 substansi phenol, 2 terpene dan 4 coumarin, pati, glukose, lema alkaloid dan getah.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanaman Obat Brokoli

Brokoli

(Brassica oleracea var. italica)

 

Sinonim :

Brassica oleracea var botrytis subvar.cymosa

 

Familia :

cruciferae (brassicaceae)

 

 

Uraian :

Brokoli tergolong ke dalam keluarga kubis-kubisan dan termasuk sayuran yang tidak tahan terhadap udara panas. Akibatnya, brokoli cocok ditanam di dataran tinggi yang lembap dengan suhu rendah, yaitu di atas 700 m dpl. Sayuran ini, juga tidak tahan terhadap hujan yang terus-menerus. Jika hal ini terjadi, tanaman brokoli menjadi kekuning-kuningan dan jika membusuk warnanya berbintik-bintik hitam. Daun dan sifat pertumbuhan brokoli mirip dengan bunga kubis. Bedanya, bunga brokoli berwarna hijau dan masa tumbuhnya lebih lama dari kubis bunga. Brokoli tersusun dari bunga-bunga kecil yang berwarna hijau, tetapi tidak sekompak bunga kubis. Demikian pula dengan tangkai bunganya yang lebih panjang. Dibandingkan dengan kubis bunga, setelah direbus tekstur brokoli akan terasa lebih lunak. Panen bunga brokoli dilakukan setelah umurnya mencapai 60-90 hari sejak ditanam, sebelum bunganya mekar, dan sewaktu kropnya masih berwarna hijau. Jika bunganya telah mekar, tangkai bunganya akan memanjang dan keluarlah kuntum-kuntum bunga berwarna kuning. Untuk disantap, perlu dimasak selama beberapa menit saja. Pemasakan yang terlalu lama akan mengurangi khasiat brokoli. Brokoli dapat diperbanyak dengan biji.

 

 

Nama Lokal :

NAMA DAERAH: Brokoli Nama asing Broccoli (I). Nama simplisia Brassicae oleraceae Flos (bunga brokoli).

 

 

 

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Sifat dan Khasiat Bunga brokoli akan mempercepat proses penyembuhan setelah sakit berat.

 

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIGUNAKAN

Bagian tanaman yang digunakan adalah bunga.

 

INDIKASI

Bunga digunakan untuk pengobatan :

§mempercepat penyembuhan, serta

§mencegah dan menghambat perkembangan sel kanker.

 

CARA PEMAKAIAN

Brokoli dimakan sebagai sayuran rebus atau dimasak dengan sayuran lain dengan porsi secukupnya.

 

CONTOH PEMAKAIAN

Mempercepat penyembuhan penyakit

Sediakan brokoli segar ukuran sedang, lalu potong-potong seperlunya. Selanjutnya, cuci dan rebus sebentar. Harus diperhatikan bahwa perebusan yang terlalu lama akan merusak zat berkhasiatnya. Setelah direbus, brokoli dapat dikonsumsi bersama nasi.

Komposisi :

Brokoli mengandung air, protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, zat besi, vitamin (A, C, E, tiamin, riboflavin, nikotinamide), kalsium, beta karoten, dan glutation. Selain itu, brokoli mengandung senyawa sianohidroksibutena (CHB), sulforafan, dan iberin yang merangsang pembentukan glutation. Kandungan zat berkhasiatnya, yaitu sulforafan yang dapat mencegah penyakit kanker.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanaman Obat Beringin

Beringin

(Ficus benyamina L.)

 

Sinonim :

= Ficus microcarpa, Linn. = F.nitida, auctt. = F.retusa, auctt. = F.retusa, auctt. non Linn. = F.retusa var. nitida auctt. non verae.

 

Familia :

Moraceae

 

 

Uraian :

Beringin banyak ditemukan di tepi jalan, pinggiran kota atau tumbuh di tepi jurang. Pohon besar, tinggi 20 – 25 m, berakar tunggang. Batang tegak, bulat, permukaan kasar, cokelat kehitaman, percabangan simpodial, pada batang keluar akar gantung (akar udara). Daun tunggal, bertangkai pendek, letak bersilang berhadapan, bentuknya lonjong, tepi rata, ujung runcing, pangkal turnpul, panjang 3 – 6 cm, lebar 2 – 4 cm, pertulangan menyirip, hijau. Bunga tunggal, keluar dari ketiak daun, kelopak bentuk corong, mahkota bulat, halus, kuning kehijauan. Buah buni, bulat, panjang 0,5 – 1 cm, masih muda hijau, setelah tua merah. Biji bulat, keras, putih.

 

 

Nama Lokal :

Caringin (Sunda), waringin (Jawa, Sumatera).; Chinese banyan, (China), banyan tree (Inggris).;

 

 

 

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Pilek, demam tinggi, radang amandel (tonsilitis), nyeri rematik sendi, ; Luka terpukul (memar), influenza, radang saluran napas (bronkhitis); Batuk rejan (pertusis), malaria, radang usus akut (acute enteritis),; Disentri, kejang panas pada anak.;

 

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIGUNAKAN :

Akar udara dan daun. Sebelum digunakan dicuci lalu dikeringkan.

 

INDIKASI :

Akar udara bermanfaat untuk mengatasi:

- pilek, demam tinggi,

- radang amandel (tonsilitis),

- nyeri pada rematik sendi, dan

- luka terpukul (memar).

 

Daun bermanfaat untuk mengatasi :

- influenza,

- radang saluran napas (bronkitis), batuk rejan (pertusis),

- malaria,

- radang usus akut (akut enteritis), disentri, dan

- kejang panas pada anak.

 

CARA PEMAKAIAN :

Akar udara beringin kering sebanyak 15 – 30 g atau daun beringin kering sebanyak 50 – 120 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, daun beringin direbus lalu airnya selagi hangat digunakan untuk mandi.

 

CONTOH PEMAKAIAN :

1. Kejang panas pada anak :

Ambil 100 g daun beringin segar, dicuci lalu direbus dengan 5 Lt air

selama 25 rnenit. Air rebusan ini selagi hangat digunakan untuk

memandikan anak yang sakit.

 

2. Radang usus akut dan disentri

Ambil daun beringin segar sebanyak 500 g. Kemudian dicuci bersih

lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah

dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore, masing-

masing 1/2 gelas.

 

3. Radang amandel

Ambil akar udara beringin sebanyak 180 g, dicuci lalu dipotong-

potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas.

Tambahkan 1 gelas cuka. Setelah dingin digunakan untuk kumur-

kumur (gargle). Lakukan beberapa kali sehari.

 

4. Bronkitis kronis

Ambil 75 g daun beringin segar dan 18 g kulit jeruk mandarin, dicuci

lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah

dingin disaring lalu dibagi untuk. 3 kali minum, yaitu pagi, siang, dan

malam hari. Lakukan selama 10 hari.

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS Rasa sedikit pahit, astringen, sejuk. KANDUNGAN KIMIA : Akar udara mengandung asam amino, fenol, gula, dan asam orange.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanaman Obat Belimbing Manis

Belimbing Manis

(Averhoa carambola)

 

Sinonim :

 

Familia :

Oxalidaceae

 

 

Uraian :

Pohon kecil, tinggi mencapai 10 m dengan batang yang tidak begitu besar dan mempunyai garis tengah hanya sekitar 30 cm. Ditanam sebagai pohon buah, kadang tumbuh liar dan ditemukan dari dataran rendah sampai 500 m dpi. Pohon yang berasal dari Amerika tropis ini menghendaki tempat tumbuh tidak ternaungi dan cukup lembab. Belimbing wuiuh mempunyai batang kasar berbenjol-benjol, percabangan sedikit, arahnya condong ke atas. Cabang muda berambut halus seperti beludru, warnanya coklat muda. Daun berupa daun majemuk menyirip ganjil dengan 21-45 pasang anak daun. Anak daun bertangkai pendek, bentuknya bulat teiur sampai jorong, ujung runcing, pangkal membundar, tepi rata, panjang 2-10 cm, lebar 1-3 cm, warnanya hijau, permukaan bawah hijau muda. Perbungaan berupa malai, berkelornpok, keluar dari batang atau percabangan yang besar, bungs kecil-kecil berbentuk bintang warnanya ungu kemerahan. Buahnya buah buni, bentuknya bulat lonjong bersegi, panjang 4-6,5 ern, warnanya hijau kekuningan, bila masak berair banyak, rasanya asam. Biji bentuknya bulat telur, gepeng. Rasa buahnya asam, digunakan sebagai sirop penyegar, bahan penyedap masakan, membersihkan noda pada kain, mengkilapkan barang-barang yang terbuat dari kuningan, membersihkan tangan yang kotor atau sebagai bahan obat tradisional. Perbanyakan dengan biji dan cangkok.

 

 

Nama Lokal :

Belimbing manis (Indonesia), Belimbing manih (Minangkabau); Belimbing legi (Jawa), Belimbing amis (Sunda), ; Bhalimbing manes (Madura), Balirang (Bugis);

 

 

 

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Diabetes melitus, Kolesterol, Hipertensi;

 

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI: Daun, bunga, buah.

 

KEGUNAAN:

Bunga:

- Batuk.

- Sariawan (stomatitis)

 

Daun:

- Perut sakit. Gondongan (Parotitis).

- Rematik.

 

Buah:

- Batuk rejan.

- Gusi berdarah, sariawan.

- Sakit gigi berlubang.

- Jerawat. Panu.

- Tekanan darah tinggi.

- Kelumpuhan.

- Memperbaiki fungsi pencernaan.

- Radang rektum.

 

PEMAKAIAN:

Untuk minum: Lihat resep.

Pamakaian luar: Daun secukupnya setelah dicuci bersih digiling halus sampai seperti bubur, dipakai sebagal tapal (pemakaian setempat) pada gondongan, rheumatism, jerawat, panu.

 

CARA PEMAKAIAN:

1. Pagel linu:

1 genggam daun belimbing wuiuh yang masih muda, 10 biji cengkeh,

15 biji lada, digiling halus lalu tambahkan cuka secukupnya.

Lumurkan ketempat yang sakit.

 

2. Gondongan:

10 ranting muda belimbing wuiuh berikut daunnya dan 4 butir bawang

merah setelah dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Balurkan ketempat

yang sakit.

 

3. Batuk pada anak.

Segenggam bunga belimbing wuiuh, beberapa butir adas, gula

secukupnya dan air 1 cangkir, ditim selama beberapa jam. Setelah

dingin disaring dengan sepotong kain, dibagi untuk 2 kali minum,

pagi dan malam sewaktu perut kosong.

 

4. Batuk:

25 kuntum bunga belimbing wuluh, 1 jari rimpang temu-giring, 1 jari

kulit kayu manis, 1 jari rimpang kencur, 2 butir bawang merah, 1/4

genggam pegagan, 1/4 genggam daun saga, 1/4 genggam daun

inggu, 1/4 genggam daun sendok, dicuci dan dipotong-potong

seperlunya, direbus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4

gelas. Setelah dingin disaring, diminum dengan madu seperlunya.

Sehari 3 kali 3/4 gelas.

 

5. Batuk rejan:

a. 10 buah belimbing. wuluh dicuci lalu ditumbuk halus-halus,

diremas dengan 2 sendok makan air garam, lalu disaring. Minum,

lakukan 2 kali sehari.

b. Buah belimbing wuiuh dibuat manisan, sehari makan 3 x 6-8 buah.

 

6. Rematik :

a. 100 gr daun muda belimbing wuluh, 10 biji cengkeh dan 15 biji

merica dicuci lalu digiling halus, tambahkan cuka secukupnya

sampai menjadi adonan seperti bubur. Oleskan adonan bubur tadi

ketempat yang sakit.

 

b. 5 buah belimbing wuluh, 8 lembar daun kantil (Michelia champaca

L.), 15 biji cengkeh, 15 butir lada hitam, dicuci lalu ditumbuk

halus, diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis dan

1 sendok makan minyak kayu putih. Dipakai untuk menggosok

dan mengurut bagian tubuh yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.

 

7. Sariawan:

a. Segenggarn bunga belimbing wuluh, gula jawa secukupnya dan

1 cangkir air direbus sampai kental. Setelah dingin disaring,

dipakai untuk membersihkan mulut dan mengoles sariawan.

 

b. 2/3 genggam bunga belimbing wuiuh, dicuci lalu direbus dengan

3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin

disaring lalu diminum, sehari 3 kali 3/4 gelas.

 

c. 3 buah belimbing wuitjh, 3 butir bawang merah, 1 buah pala yang

muda, 10 lembar daun seriawan, 3/4 sendok teh adas, 3/4 jari

pulosari, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 3 sendok

makan minyak kelapa, diperas lalu disaring. Dipakai untuk

mengoles luka-luka akibat sariawan, 6-7 kali sehari.

 

8. Jerawat:

a. Buah belimbing wuluh secukupnya dicuci lalu ditumbuk halus,

diremas dengan air garam seperlunya, untuk menggosok muka

yang berjerawat. Lakukan 3 kali sehari,

 

b. 6 buah belimbing wuluh dan 1/2 sendok teh bubuk belerang,

digiling halus lalu diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis.

Ramuan ini dipakai untuk menggosok dan melumas muka yang

berjerawat. Lakukan 2-3 kali sehari.

 

9. Panu:

10 buah belimbing wuluh dicuci lalu digiling halus, tambahkan kapur

sirih sebesar biji asam, diremas sampai rata. Ramuan ini dipakai

untuk menggosok kulit yang terserang panu. Lakukan 2 kali sehari.

 

10. Darah tinggi.

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa asam, sejuk. Menghilangkan sakit (analgetik), memperbanyak pengeluaran empedu, anti radang, peluruh kencing, astringent. KANDUNGAN KIMIA: Batang: Saponin, tanin, glucoside, calsium oksalat, suifur, asam format, peroksidase. Daun: Tanin, suifur, asam format, peroksidase, calsium oksalat, kalium sitrat.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanaman Obat Belimbing Asam

Belimbing Asam

(Averhoa bilimbi.)

 

Sinonim :

 

Familia :

Oxalidaceae

 

 

Uraian :

Belimbing asam (Averhoa bilimbi) dapat tumbuh baik di tempat-tempat terbuka yang mempunyai ketinggian kurang dari 500 meter di atas permukaan air laut. DI negara asalnya, tanaman ini tumbuh baik di daerah tropis dan di Indonesia banyak dipelihara di pekarangan atau kadang-kadang tumbuh secara liar diladang atau tepi hutan. Tumbuhan ini tingginya dapat mencapai lebih dari 10 meter dan mempunyai batang yang keras. Ada dua varitas dari tumbuhan belimbing asam yaitu yang menghasilkan buah berwarna hijau dan kuning muda atau sering pula dianggap berwarna putih. Batangnya tidak banyak memiliki cabang, sedang daunnya bersirip genap. Bunganya yang kecil-kecil menggantung berwarna merah atau keunguan dengan buah memanjang dan dalamnya berongga berbiji-biji. Daging buahnya banyak mengandung air yang berasa asam.

 

 

Nama Lokal :

Belimbing Asam (Indonesia), Calincing (sunda),; Blimbing wuluh (Jawa), Bhalimbing bulu (Madura),; Blimbing buluh (Bali), Selimeng (Aceh), Balimbing (Lampung); Balimbeng (Flores), Celane (Bugis), Takurela (Ambon);

 

 

 

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Batuk, Beguk, Encok, Sariawan, Hipertensi, Diabetes melitus; Demam, Radang poros usus, Menghilangkan jerawat;

 

Pemanfaatan :

1. Batuk

a. Bahan: 1 genggam bunga belimbing asam dan 1 potong gula batu

Cara membuat: direbus bersama-sama dengan 1 gelas air sampai

mendidih hingga tinggal ½ Gelas.

Cara menggunakan:  diminum pagi dan sore secara rutin.

 

b. Bahan: daun, bunga dan buah belimbing asam ditambah gula

merah dan adas pulawaras

Cara Membuat: direbus bersama-sama dengan 1 gelas air sampai

mendidih hingga tinggal ½ gelas.

Cara menggunakan:  diminum pagi dan sore secara rutin

 

2. Beguk

Bahan: 10 lembar daun belimbing asam dan 4 siung bawang merah

Cara membuat: ditumbuk bersama-sama sampai halus

Cara menggunakan: untuk bobok dan obat luar

 

3. Encok

a. Bahan: 1 genggam  daun belimbing asam ditambah kapur sirih

Cara membuat: ditumbuk halus bersama-sama

Cara menggunakan:  digosokan sebagai param

 

b. Bahan:  4 genggam daun belimbing asam

Cara membuat:  ditumbuk halus

Cara menggunakan:  digunakan untuk menggosok bagian

pinggang

 

4. Sariawan

Bahan: 11 kuntum bunga belimbing asam, asam jawa dan gula merah

Cara membuat: direbus bersama-sama dengan 2 gelas air sampai

mendidih hingga tinggal 1 gelas

Cara menggunakan:  diminum pagi dan sore

 

5. Hipertensi

Bahan: 3 buah belimbing asam, ½ ikat daun kemangi

Cara membuat: direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih

hingga tinggal ½ gelas, kemudian disaring untuk diambil airnya.

Cara menggunakan:  diminum menjelang tidur dan diulangi 3 hari

sekali

 

6. Diabetes mellitus, demam dan radang poros usus

Bahan: 3 genggam daun belimbing asam

Cara membuat: direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian

disaring untuk diambil airnya

Cara menggunakan:  diminum 2 kali sehari, pagi dan sore

 

7. Menghilangkan Jerawat

Bahan: 3 buah belimbing asam dan garam secukupnya

Cara membuat: buah belimbing  diparut kemudian kedua bahan

tersebut dicampur sampai merata

Cara menggunakan:  digunakan sebagai bedak pada bagian wajah

yang berjerawat

Komposisi :

KANDUNGAN KIMIA : Buah belimbing asam mempunyai kandungan unsur kandungan unsur kimia yang disebut asam oksalat dan kalium. Disamping itu, daun belimbing asam mengandung ekstrak untuk melawan staphylococus.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanaman Obat Anyang-anyang

Anyang Anyang

(Elaeocarpus grandiflorus J.Sm,)

 

Sinonim :

Rejasa.

 

Familia :

Elaeocarpaceae.

 

 

Uraian :

Pohon dengan bentuk etage; tinggi 6-26 m. Daun bertangkai, berjejal pada ujung ranting, bentuk lanset, beralih demi sedikit pada tangkai, 5-20 kali 1-5 cm, gundul, seperti kulit, bergerigi beringgit tidak dalam; yang tua merah api. Tandan bunga menggantung, berbunga 4-6, panjang 2-10 cm. Tangkai bunga 3-4,5 cm. Daun kelopak merah cerah, berambut. Daun mahkota putih, pada pangkalnya dengan sisik, ke arah ujung melebar sekali dan terbagi dalam taju, panjang; 2-2,5 cm. Dasar bunga kuning, kemudian oranye. Tonjolan dasar bunga berambut halus (seperti bulu anak ayam) rapat. Benang sari seluruhnya berambut. Bakal buah bentuk telur, berambut; kepala putik tidak melebar. Buah bentuk spul, hijau pucat, panjang lk 3 cm. Di hutan di pinggir air, di bawah 500 m; sebagai pohon hias di kebun dan park. Anyang, S, Rejasa, J. Elaeocarpus grandiflorus J.E.Sm. Cat. : Jika buah diinjak, maka duri tempel pada inti buah menembus dinding buah yang lunak dan menyebarlah biji tersebut sebagaiapa yang dinamakan „kotak duri” (hoefklitten). Bagian yang digunakan Buah, kulit kayu, dan daun.

 

 

Nama Lokal :

NAMA DAERAH Anyang-anyang, Ki ambit (Sunda); Anyang-anyang, Kemaitan, Maitan, Raja sor, Rejasa (Jawa). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Elaeocarpi Fructus; Buah Anyang-anyang.

 

Pemanfaatan :

KEGUNAAN

Buah:

1. Disentri.

2. Sakit kandung kencing.

 

Kulit kayu:

1. Radang Ginjal.

2. Borok (obat luar).

 

Daun:

1.Demam.

2.Kelesuan.

3.Mual.

4.Sakit Kuning.

 

RAMUAN DAN TAKARAN

Demam

Ramuan:

Kulit kayu atau daun Anyang-anyang   4  gram

Air                                                          110 ml

 

Cara pembuatan:

Dibuat infus atau diseduh.

 

Cara pemakaian:

Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml

Lama pengobatan:

Diulang selama 4 hari.

 

Kelesuan

Ramuan:

Daun Anyang-anyang                 4 gram

Daun Sembung                            3 gram

Herba Meniran                            2 gram

Rimpang Temulawak                  4 gram

Air                                              110 ml

 

Cara pernbuatan:

Diseduh, dibuat infus.

 

Cara pemakaian:

Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. Tiap kali minum 100 ml.

 

Lama pengobatan

Diulangi selama 14 hari.

 

Sakit Kandung Kencing

Penderita pada saat buang air seni merasa nyeri, dan air seninya berbuih.

Ramuan:

Buah Anyang-anyang   7 biji

Buah Adas          1 gram

Pulosari                   1/ 2 ruas jari

Air                            110 ml

 

Cara pembuatan:

Dibuat infus atau diseduh.

 

Cara pemakaian:

Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore tiap kali minum 100 ml.

 

Lama pengobatan:

Diulang selama 7 hari.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyakit Stress

Mengatasi Stress Walaupun Pekerjaan Menumpuk

Berhenti mengeluh

Bila kita terus menerus hanya mengeluhkan pekerjaan kita, pikiran kita akan semakin tertekan dan pekerjaan tidak akan selesai juga bukan? Cobalah cari sedikit nilai positif yang bisa diambil, anggap saja ini sebagai sarana belajar bagi Anda. Atau pikirkan hal menarik yang akan Anda lakukan saat menerima gaji.

 

Tentukan prioritas

Memang kita tidak bisa mengerjakan semua pekerjaan sekaligus, maka tentukan mana dahulu yang lebih penting dan harus diselesaikan. Jangan pikirkan pekerjaan lain, karena akan membuat konsentrasi Anda terganggu dan pekerjaan lebih lambat selesai.

 

Tetap rileks dan istirahat

Sesibuk apapun Anda, saat jam istirahat, gunakan waktu sebaik-baiknya untuk bersantai. Bila mungkin, gunakan waktu istirahat Anda untuk tidur minimal 15 menit. Hal ini dapat membuat tubuh dan pikiran Anda lebih segar.

 

Makan makanan yang bergizi

Jangan lupa tetap memperhatikan makanan Anda agar gizi tetap tercukupi. Gizi yang cukup dapat membuat tubuh lebih sehat dan bersemangat. Usahakan agar mengkonsumsi cukup buah.

 

Pulang pada waktunya

Bila pekerjaan bisa dikerjakan besok dan Anda tidak diminta lembur, pulanglah pada waktunya. Ini akan membantu Anda memperoleh waktu lebih banyak untuk beristirahat dan bersantai bersama keluarga.

 

Minta cuti dan refreshing

Bila Anda sudah sangat penat, cobalah minta cuti pada atasan Anda. Gunakan cuti Anda untuk mengunjungi tempat-tempat yang Anda sukai, misalnya jalan-jalan ke gunung atau pantai. Bila mungkin, ajaklah anak atau keluarga Anda untuk berlibur bersama.

 

Cari pekerjaan lain

Hal ini merupakan salah satu pilihan jika Anda merasa sudah tidak sanggup lagi melaksanakan pekerjaan Anda. Cobalah cari pekerjaan lain yang berbeda dan Anda sukai. Namun pikirkan dahulu hal ini dengan matang sebelumnya.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanaman Obat Kapulaga

Kapulaga

(Amomum compactum Soland ex Maton,)

 

Sinonim :

Arnornun cardamornum Willd. Arnomlnn capulaga Spangue & Burk.

 

Familia :

Zingiberaceae.

 

Uraian :

Tanaman semak, rumput-rumputan tahunan, tinggi lebih kurang 1,5 meter. Berbatang semu, bulat, membentuk anakan, warna hijau. Daun tunggal, tersebar, bentuk lanset, ujung runcing, tepi rata, panjang 25-35 cm, lebar 10-12 cm, pertulangan menyirip, hijau. Bunga majemuk, bentuk bongkol di pangkal batang, mahkota bentuk tabung, panjang lebih kurang 12,5 mm, warna putih atau putih kekuningan. Buah kotak, bulat, berlekuk, warna putih.

 

Nama Lokal :

NAMA SIMPLISIA: Amomi Fructus; Buah Kapulaga.

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Sifat Khas Pahit, menghangatkan, dan membersihkan darah. Khasiat Ekspektoran dan karminatif. PENELITIAN Datten Bangun, Semin Tarigan, Nazaruddin Umar, dkk. Bagian Farmakologi, FK USU dan Jurusan Farrnasi, FMIPA USU. Telah melakukan penelitian infus rimpang Kapulaga terhadap efek analgesik pada mencit. Dari hasil penelitian tersebut ternyata infus 10% dengan takaran 10 ml/kg bb, telah menunjukkan efek analgesik. Semakin besar takarannya, semakin besar perpanjangan waktu reaksi (PWR).

 

Pemanfaatan :

Bagian yang Digunakan

Buah.

 

Kegunaan

Buah:

1. Aroma jamu.

2. Napas/mulut bau.

3. Perut kembung.

4. Radang tenggorokan.

5. Suara parau.

 

RAMUAN DAN TAKARAN

 

Napas/Mulut Bau

Ramuan:

Buah Kapulaga   10 butir

Daun Pegagan   1 genggam

Air   secukupnya

Cara pernbuatan:

Dipipis.

 

Cara pemakaian:

Diminum 1 kali sehari, pagi hari 1/4 cangkir.

 

Lama pengobatan:

Diulang selama 7 hari. Untuk pemeliharaan diminum 3 kali seminggu. Usahakan buang air besar secara teratur, dan gosok gigi sehabis makan.

 

Perut Kembung dan Mulas

Ramuan:

Buah Kapulaga(sangrai dan tumbuk kasar)   7 butir

Biji Jati Belanda(disangrai dan tumbuk kasar)   10 butir

Air mendidih   100 ml

 

Cara pembuatan:

Diseduh.

 

Cara pemakaian:

Diminum seperti minum teh, sehari 100 ml.

 

Radang Tenggorokan

Ramuan:

Buah Kapulaga (tumbuk kasar)   10 butir

Rimpang Kunyit (tumbuk kasar)   6 gram

Air mendidih   100 ml

 

Cara pembuatan:

Diseduh.

 

Cara pemakaian:

Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.

 

Lama pengobatan:

Diulang selama 7 hari.

 

Komposisi :

Buah: Minyak atsiri, minyak lemak, zat pati, gula, dan protein.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanaman Obat Jamur Kayu

Jamur Kayu

(Ganoderma lucidum (Leyss.ex Fr.) Karst.)

 

Familia :

Polyporaceae

 

 

Uraian :

Tumbuh saprofif pada batang kayu yang lapuk, tumbuh liar dan kadang dibudidayakan. Badan buah bertangkai panjang yang tumbuh lurus ke atas, topi dari badan buahnya menempel pada tangkai tersebut, bangun setengah lingkaran dan tumbuh mendatar. Badan buah menunjukkan lingkaran-lingkaran yang merupakan batas periode pertumbuhan, tepi berombak atau berlekuk, sisi atas dengan lipatan-lipatan radier, warnanya coklat merah keunguan, mengkilat seperti lak. Berumur beberapa tahun dengan tiap-tiap kali membentuk lapisan-lapisan himenofora baru.

 

Nama Lokal :

Supa sinduk (Sunda).; ;

 

BAGIAN YANG DIPAKAI:

Badan buah. Setelah dikumpulkan, dicuci lalu dijemur.

 

KEGUNAAN:

- Badan terasa lemah (Neurasthenia), pusing.

- Rasa lemah akibat sakit lama.

- Sukar tidur (insomnia).

- Bronkhitis kronis, asthma, silicosis.

- Hepatitis.

- Tekanan darah tinggi.

- Sakit jantung koroner (Coronary heart disease).

- Kolesterol tinggi (hipercholesterolemia).

- Sakit lambung (gastritis).

- Tidak napsu makan (anoreksia).

- Rematik sendi (Rheumatic arthritis).

- Menunda ketuaan.

 

PEMAKAIAN:

Untuk minum: 3-15 g, rebus.

Pemakaian luar. Digunakan untuk pilek (Rhinitis).

 

CARA PEMAKAIAN:

1. Neurasthenia, sukar tidur, mimpi berlebihan:

3-10 g jamur kayu direbus, minum.

 

2. Hepatitis kronis, sesak napas (asma bronkhial):

1-2 g jamur kayu dibuat bubuk, seduh dengan air panas, minum

setelah dingin. Lakukan 3 kali sehari.

 

3. Manguatkan dan meningkatkan daya tahan tubuh:

Rebus 15 g ling zhi dengan 4 gelas air bersih dalam periuk tanah

sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin disaring dan airnya

ditambahkan 1 sendok makan madu. Aduk sampai rata, minum.

Sehari 2 kali, tiap kali minum sebanyak 1 gelas.

 

CATATAN :

Ling-zhi adalah jamur yang dijual di toko obat dengan berbagai macam kemasan berupa potongan-potongan jamur atau yang sudah diolah seperti kapsul, tablet, sirop, tincture atau suntikan.

 

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasanya manis sedikit pahit, hangat, tidak beracun. Menguatkan dan meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah penyakit jantung, aphrodisiak, menambah napsu makan (stomakik), penenang (sedatif, obat batuk (antitusif dan menghilangkan sesak (anti-asthmatic). KANDUNGAN KIMIA: Ergosterol, coumarin, fungal lysozyme, asam protease, protein yang larut dalam air, asam amino, polypeptidase dan saccharida, serta beberapa macam mineral seperti natrium (Na), calcium (Ca), zinc (Zn), copper (Co) dan mangan (Mn).

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanaman Obat Jali

Jali (Anti radang,Mengurangi nyeri)

Nama Ilmiah (Coix lachryma-jobi L)

 

Nama Daerah

Singkoru batu,henjeli,kamangge,bekehang,laslore.

Ciri-ciri Umum

Pohon menahun dengan tinggi sekitar 3 m,berbatang bulat lunak,bergabus,beruas-ruas,licin,dan berwarna hijau kekuningan.Daunnya tunggal,lanset memanjang,panjang 30-45 cm,lebar 3-5 cm,ujung daun runcing,pangkal daun tumpul,warna daun hijau,tepi daun rata dan kasap.Bunga majemuk,bentuk bulir,terletak di ketiak daun,kelopak bersegi tiga,warna hijau kekuningan.

Kandungan Kimia

Akar jali mengandung coixol,stigmaterol,betadan dan gama-sistoterol,kalium klorida,asam palmitat,asam starat,asam amino,glukosa,tajin,phytin,dan vitamin B1.Bijinya mengandung coixol,coixenolide,coicin,asam amino,leusin,tirosin,lisine,asam glutamat,arginin,dan histidin.

 

Khasiat dan Manfaat

Antiradang,mengurangi sakit sendi (arthralgia),mengurangi sakit tulang (ostalgia),dan mengurangi sakit otot (mialgia).

Bagian Tanaman yang Digunakan

Akar dan biji segar.

 

 

Cara Penggunaan

Cuci akar,lalu potong-potong seperlunya.Tambahkan 3 gelas air bersih,rebus sampai airnya 1 gelas.Setelah dingin,saring airnya dan minum sehari 2 kali,masing-masing 1/2 gelast

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanaman Obat Bunga Pukul Delapan

Bunga Pukul Delapan

(Turnera ulmifolia L.)

 

Sinonim :

T, subulata J.E.Smith.

 

Familia :

Turneraceae

 

 

Uraian :

Bunga pukul delapan ditemukan tumbuh liar di tanah terlantar, tepi saluran air, dan umumnya tumbuh berkelompok. Tumbuhan yang berasal dari Hindia Barat ini bisa ditemukan pada ketinggian 10–250 m dpl, pada tempat-tempat yang terkena sinar matahari langsung atau sedikit terlindung. Herba tegak dengan akar pena yang panjangnya 0,3-0,8 m ini berdaun tunggal, berbentuk bulat telur elips, pangkal berbentuk baji, ujung runcing, tepi bergerigi kasar, tulang daun menyirip, mempunyai kelenjar, panjang 2-7 cm dan lebar 1-4 cm. Bunga mekar sekitar pukul 8 pagi dan layu sekitar pukul 12 siang. Mahkota bunga bentuknya bulat telur sungsang, pada pangkalnya cokelat, kuning muda di atasnya, dan terpuntir waktu kuncup. Buah berbentuk telur lebar, dengan biji lebih dari 30. Perbanyakan dengan biji.

 

 

Nama Lokal :

NAMA DAERAH Bunga pukul delapan, lidah kucing (Jawa). NAMA ASING W. Indian holly, sage rose, holly rose (I). NAMA SIMPLISIA Turnerae ulmifoliae Folium (daun bunga pukul delapan), Turnerae ulmifoliae Radix (akar bunga pukul delapan).

 

 

 

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Rasanya pahit, pedas, sifatnya hangat. Bunga pukul delapan berkhasiat tonik dan melancarkan aliran darah. Rematik sendi disertai bengkak, bengkak akibat memar Cuci akar segar bunga pukul delapan, lalu potongpotong seperlunya. Rebus dengan tiga gelas air sampai airnya tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring, lalu minum sehari dua kali, masing-masing setengah gelas.

 

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIGUNAKAN

Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah daun dan akarnya.

 

INDIKASI

Daun dan akar digunakan untuk mengatasi:

gangguan pencernaan, seperti perut kembung, tidak nafsu makan,

rematik sendi yang disertai bengkak, o bengkak karena memar, dan

lemah setelah sembuh dari sakit berat.

 

CARA PEMAKAIAN

Untuk obat yang diminum, rebus daun atau akar segarnya (15 g). Setelah dingin, saring dan minum airnya. Untuk obat luar, tumbuk daun segar secukupnya, tambahkan kapur sirih (secukupnya), lalu aduk rata. Tempelkan pada bisul atau bagian tubuh yang bengkak dan memar, lalu balut.

 

Catatan

Bunga pukul delapan satu marga dengan damiana (Turnera diffusa), herbal yang berkhasiat mengatasi pembengkakan prostat (hipertrofi prostat) clan gangguan disfungsi ereksi.

Komposisi :

Daun dan batang mengandung saponin dan polifenol. Daunnya juga mengandung flavonoid.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanaman Obat Buncis

Buncis

(Phaseolus vulgaris L.)

 

Familia :

Papilionaceae (Leguminosae).

 

Uraian :

Semak tegak atau membelit, parrjang 0,3-3 m. Daun penumpu tetap melekat lama. Anak daun bulat telur, dengan pangkal membulat, meruncing, kedua belah sisi berambut, 5-13 kali 4-9 cm. Tandan bunga duduk di ketiak, dengan 1-2 pasangan bunga. Tangkai tandan masif, setinggi-tingginya 6 cm, kerapkali Iebih pendek. Anak daun pelindung di bawah kelopak panjang 3-9 mm. Kelopak tinggi 5-8 mm, gigi yang teratas sangat pendek. Mahkota hampir selalu putih, menjadi kuning, kadang-kadang ungu; bendera pada pangkalrrya dengan 2 telinga; lunas memutar kurang dari 2 kali; sayap berkuku panjang. Benang sari bendera Iepas, lainnya bersatu. Tangkai putik dekat ujung berjanggut. Polongan sangat berubah bentuk dan ukuran. Biji putih, kuning, merah, lila, coklat atau hitam. Keping biji dari tanaman kecambah muncul di atas tanah. Dari Amerika; banyak ditanam. Catatan: Biji dan buah dijumpai dalam banyak variasi dan diperdagangkan dengan nama yang sangat berbeda sebagai sayuran, buncis coklat dan putih, buncis spercie dan snijbonen, buncis peluru dan kievitsbonen, dsb. Bagian yang Digunakan Buah dan Biji.

Nama Lokal :

NAMA SIMPLISIA Phaseoli Semen, Fabarum Semen; Buncis. Phaseoli Fructus, Phaseoli Legumina; Buah Buncis.

 

Penyakit Yang Dapat Diobati :

KHASIAT Diuretik.

 

Pemanfaatan :

KEGUNAAN

Kencing manis.

Pelancar ASI.

 

RAMUAN DAN TAKARAN

 

Kencing Manis

Buah Buncis 250 gram, dikukus.

Dimakan sebagai lalap tiga kali sehari, tiap kali makan 250 gram.

 

 

Komposisi :

Alkaloid, flavonoida, saponin, triterpenoida, steroida, stigmasterin, trigonelin, arginin, asam amino, asparagin, kholina, tanin, fasin (toksalbumin), zat pati, vitamin dan mineral.

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Tanaman Obat Buah Makasar

Buah Makasar

(Brucea javanica [L.] Merr.)

 

Sinonim :

B. amarissima, Desv., B. gracilis DC., B. sccnaatrana Roxb., Goraus amarissima Lour., Lus. sa arnarissirna O. Ktze., Rlzus javanica L.

 

Familia :

Simaroubaceae.

 

 

Uraian :

Buah makasar tumbuh liar di hutan, kadang-kadang ditanam sebagai tanaman pagar: Buah Makasar tumbuh pada ketinggian 1-500 m dpl. Perdu tegak, menahun, tinggi 1-2,5 m, berambut halus warna kuning. Daunnya berupa daun majemuk menyirip ganjil, jumlah anak daun 5-13, bertangkai, letak berhadapan. Helaian anak daun berbentuk lanset memanjang, ujung meruncing, pangkal berbentuk baji, tepi bergerigi kasar, permukaan atas berwarna hijau, permukaan bawah berwarna hijau muda, panjang 5-10 cm, lebar 2-4 cm. Bunga majemuk berkumpul dalam rangkaian berupa malai padat yang keluar dari ketiak daun, warna ungu kehijauan. Buahnya buah batu berbentuk bulat telur, panjang sekitar 8 mm, jika sudah masak berwarna hitam. Bijinya bulat, berwarna putih. Di Indonesia, buahnya disebut biji makasar. Buah makasar dapat diperbanyak dengan biji.

 

 

Nama Lokal :

NAMA DAERAH Sumatera: dadih-dadih, tambar sipago, t. sipogu, t. bui, malur, sikalur, belur. Jawa: kendung peucang, ki padesa, kuwalot, trawa!ot, walot (Sunda), kwalot (Jawa). Sulawesi: tambara marica (Makasar). Maluku: nagas (Ambon). NAMA ASING Ya dan zi (C), false sumac, java brucea fruit (I). NAMA SIMPLISIA Bruceae Fructus (buah makasar).

 

 

 

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Rasanya pahit, sifatnya dingin, beracun (toksik), masuk meridian usus besar. Khasiat buah makasar dapat membersihkan panas dan racun, menghentikan perdarahan (hemostatis), membunuh parasit (parasiticic), antidisentri, dan antimalaria. Khasiat daun makasar dapat membersihkan panas dan racun. Buah makasar mengandung zat aktif, seperti asam oleat, bruceine, dan yatanoside A & B, yang berkhasiat antikanker pada Ehrlich ascitic cancer, sarcoma 37′ sarcoma 180′ cervix cancer 14′ Walker carcinoma, 56, leucemia1,lo, dan leucemia3g8. Pada binatang, menghambat sintesa DNA sel kanker, meningkatkan daya fagositosis makrofag, serta membentuk sel darah dalam sumsum tulang. Penelitian daya antelmintik sari buah makasar terhadap cacing Ascaridia galli (cacing gelang ayam) secara in vitro dengan air rebusan 10% b/v ekstrak etanol dan fraksi sisa, menunjukkan hasil yang nyata. Artinya, sari buah makasar memiliki khasiat sebagai antelmintik. Pada takaran 20 ml air rebusan 10% b/v, 150 mg ekstrak etanol, dan 150 mg fraksi sisa, masing-masing dilarutkan dengan glukosa salin 5% menjadi 100 ml memberikan daya antelmintik yang tidak berbeda nyata dengan 32 mg piperasin sitrat yang dilarutkan dengan glukosa saline 5% menjadi 100 ml (Noverman, Jurusan Farmasi, FMIPA UNAND, 1990).

 

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIGUNAKAN

Bagian yang digunakan adalah buah. Setelah buah dikumpulkan, bagian yang keras dibuang untuk diambil isinya. Selain buah, daun dan akar juga berkhasiat sebagai obat.

 

INDIKASI

Buah digunakan untuk pengobatan:

malaria,

disentri amuba, diare kronis akibat terinfeksi Trichomonas sp.,

keputihan,

wasir (hemoroid),

cacingan (nematoda, taemia),

papiloma di pangkal tenggorokan (laring), pita suara, liang telinga luar, dan gusi,

kanker pada kerongkongan (esofagus), lambung, rektum, paru-paru, leher rahim (serviks), dan kulit.

 

Akar digunakan untuk pengobatan:

malaria, dernam,

keracunan makanan.

 

Daun digunakan untuk mengatasi: sakit pinggang.

 

CARA PEMAKAIAN

Untuk obat yang diminum, giling 1,5-2 g isi buah makasar (kira-kira 10-15 biji) sampai halus, lalu masukkan ke dalam kapsul. Ramuan ini diminum setelah makan. Lakukan 2-3 kali sehari.

Pemakaian luar digunakan untuk menyembuhkan penyakit kutil (warts) dan mata ikan” (corns) di kaki. Pemakaian ramuan ini harus hati-hati supaya tidak mengenai kulit normal di sekitarnya. Daun buah makasar yang digiling halus dapat digunakan untuk mengompres bagian tubuh yang bengkak, akibat terbentur atau terpukul (memar) benda keras. Selain dapat menyembuhkan penyakit, ramuan ini dapat digunakan untuk mengusir belatung.

 

CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT

Disentri amuba

Giling 10-15 buah makasar sampai halus, lalu masukkan ke dalam kapsul. Minum ramuan ini sekaligus setelah makan. Lakukan sehari 3 kali, selama 7-10 hari.

 

Disentri, air kemih dan tinja berdarah karena panas

Giling 25 buah makasar (maksimal 50 buah) sampai halus, lalu masukkan ke dalam kapsul. Minum ramuan ini sekaligus dengan larutan air gula batu.

 

Malaria

Ambil isi buah makasar, kira-kira 10 buah, lalu giling sampai halus. Masukkan ke dalam kapsul, lalu minum sekaligus. Lakukan 3 kali sehari selama 3 hari. Selanjutnya, dosis dikurangi setengahnya (5 buah) dan minum selama 5 hari.

Cuci 15-20 g akar buah makasar, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam tiga gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya slap untuk diminum. Lakukan sehari dua kali, masing-masing 1/2 gelas.

 

Komposisi :

Buah makasar mengandung alkaloid (brucamarine, yatanine), glikosida (brucealin, yatanoside A dan B, kosamine), dan phenol (brucenol, bruceolic acid). Bijinya mengandung brusatol dan bruceine A, B, C, E, F, G, H. Daging buahnya mengandung minyak lemak, asam oleat, asam linoleat, asam stearat, dan asam palmitoleat. Buah dan daunnya mengandung tanin.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanaman Obat Bidara Laut

Bidara Laut

(Strychnos ligustrina Bl)

 

Sinonim :

Strychnos lucida R.Br.

 

Familia :

Loganiaceae.

 

 

Uraian :

Tumbuhan semak, tinggi lebih kurang 2 meter. Berbatang kecil, berkayu keras, dan kuat. Bagian yang Digunakan Kayu dan biji.

 

 

Nama Lokal :

NAMA DAERAH: Bidara laut, Bidara pait, Bidara putih, Kayu ular. Dara laut, Dara putih (Jawa); Bidara gunong (Madura); Aju mapa, Bidara mapai (Bugis); Ai betek, Ai hedu, Hau feta (Roti); Maba putih, Elu, Ai baku moruk (Timor). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA: Ligustrinae Lignum; Kayu Bidara Laut. Ligustrinae Semen; Biji Bidara Laut.

 

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Sifat Khas Pahit, mendinginkan, melancarkan peredaran darah, rnembersihkan darah, dan beracun. Khasiat Anti inflamasi, analgesik, dan diaforetik. PENELITIAN Supriadi, 1986. Jurusan Farmasi, FMIPA UNHAS. Telah melakukan penelitian pengaruh hipoglikemik rebusan kayu Bidara Laut terhadap kelinci. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata bahwa pemberian rebusan 5, 10, 15, dan 25% dengan takaran 5 ml/kg bb, menyebabkan penurunan kadar gula darah masing-masing 16,49%; 20,23%; 36,04%; dan 43,96%. Pada pemberian tobultamid dengan takaran 250 mg/kg bb, menunjukkan penurunan kadar gula darah sebesar 44,72%. E.Y. Sukandar, Ny. N.C. Soegiarso, dan I. Payayuani. Farmakologi, Departernen Farmasi, ITB. Telah melakukan penelitian pengaruh infus Bidara Laut terhadap efek antiradang pada tikus putih Wistar. Untuk meradangkan tikus digunakan karagen. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata infus Bidara Laut pada takaran tertentu mempunyai efek antiradang yang bermakna. Peringatan Simplisia mengandung striknina dan brusina. Takaran berlebih dapat menyebabkan kaku pada leher dan muka, napas pendek, dilatasi pupil mata, dan kejang. Tidak boleh digunakan untuk waktu lama.

 

Pemanfaatan :

KEGUNAAN

-Menyegarkan kulit muka

-Membangkitkan nafsu makan

-Rematik (nyeri persendian)

-Sakit perut

-Bisul (obat luar)

-Kurap (obat luar)

-Radang kulit bernanah (obat luar)

 

RAMUAN DAN TAKARAN

 

Menyegarkan raut muka:

Ramuan:

Kayu Bidara Laut       100 mg

Herba Pegagan segar      10 gram

Air mendidih                  100 ml

 

Cara membuat:

Dibuat infus atau diseduh.

 

Cara pemakaian:

Diminum sehari 1 kali, 100 ml.

 

Lama pengobatan:

Diulang selama diperlukan.

 

Rematik

Ramuan:

Kayu Bidara Laut               100 mg

Daun Jambu Mete muda       8 gram

Biji Seledri                            2 gram

Air                                    100 ml

 

Cara pembuatan:

Dibuat infus.

 

Cara pemakaian:

Diminum sehari 1 kali, 100 ml.

 

Lama pengobatan:

Diulang selama 14 hari.

 

Kurap, Bisul, dan Radang Kulit Bernanah

 

Ramuan:

Kayu Bidara Laut           500 mg

Daun Ketepeng                 3 gram

Rimpang Kunyit                 4 gram

Air                                 110 ml

 

Cara pembuatan:

Dibuat infus.

 

Cara pemakaian:

Dikompreskan pada bagian kulit yang sakit.

 

Lama pengobatan:

Diperbaharui setiap 3 jam.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanaman Obat Awar-awar

Awar Awar

(Ficus septica Burm.L)

 

Sinonim :

Ficus hauili Blanco, Ficus casearia F. v. Mueller ex Benth, Ficus kaukauensis Hayata.

 

Familia :

Moraceae

 

 

Uraian :

Pohon atau semak tinggi , tegak 1-5 meter. Batang pokok bengkok bengkok, lunak, ranting bulat silindris, berongga, gundul, bergetah bening. Daun penumpu tunggal, besar, sangat runcing, daun tunggal, bertangkai, duduk daun berseling atau berhadapan, bertangkai 2,53 cm. Helaian berbentuk bulat telur atau elips, dengan pangkal membulat, ujung menyempit cukup tumpul, tepi rata, 9-30 kali 9-16 cm, dari atas hijau tua mengkilat, dengan banyak bintik-bintik yang pucat, dari bawah hijau muda, sisi kiri kanan tulang daun tengah dengan 6-12 tulang daun samping; kedua belah sisi tulang daun menyolok karena warnanya yang pucat. Bunga majemuk susunan periuk berpasangan, bertangkai pendek, pada pangkaInya dengan 3 daun pelindung, hijau muda atau hijau abu-abu, diameter lebih kurang 1,5 cm, pada beberapa tanaman ada bunga jantan dan bunga gal, pada yang lain bunga betina. Buah tipe periuk, berdaging , hijau-hijau abu-abu, diameter 1,5 – 2 cm. Waktu berbunga Januari – Desember. Tumbuhan ini banyak ditemukan di Jawa dan Madura; tumbuh pada daerah dengan ketinggian 1200 m dpl, banyak ditemukan di tepi jalan, semak belukar dan hutan terbuka.

 

 

Nama Lokal :

NAMA DAERAH: Sirih popar (Ambon) Tagalolo, Bei, Loloyan (Minahasa); Ki ciyat (Sunda); Awar awar (Jawa); Bar-abar (Madura); Awar awar (Belitung); Tobotobo (Makasar); Dausalo (Bugis); Bobulutu (Halmahera Utara); Tagalolo (Ternate). NAMA ASING: Papua New Guinea: omia (Kurereda, Northern Province), manibwohebwahe (Wagawaga, Milne Bay), bahuerueru (Vanapa, Central Province). Philippines: hauili (Filipino), kauili (Tagalog), sio (Bikol). NAMA SIMPLISIA Fici septicae folium; daun awar-awar

 

PEMANFAATAN :

BAGIAN YANG DIGUNAKAN

 

Daun digunakan untuk obat penyakit kulit, radang usus buntu, mengatasi bisul, gigitan ular berbisa dan sesak napas.

Akar digunakan untuk penawar racun (ikan), penanggulangan asma; di samping itu daun dapat menyebabkan muntah.

Getah dimanfaatkan untuk mengatasi bengkak-bengkak dan kepala pusing.

Buah untuk pencahar.

 

CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT:

Untuk mengobati bisul:

5 lembar daun dicuci dan digiling halus; ditambah garam secukupnya, kemudian digunakan sebagai kompres pada bisul (1-2 kali sehari).

Komposisi :

Tumbuhan ini mengandung alkaloida, yaitu antara lain (-)-tilosrebrin (hauptalkaloid), tiloforin, septisin, dan antofin, selain itu juga mengandung flavonoida.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanaman Obat Aren

Aren

(Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.)

 

Sinonim :

Arenga sacchrifera Labill.

 

Familia :

Arecaceae (Palmae).

 

 

Uraian :

Tidak berduri tempel. Batang tinggi sampai 25 m dan diameter 65 cm, sebagian batang yang cukup panjang berdaun, di bawahnya terdapat pelepah daun yang tepinya sobek-sobek terurai menjadi serabut hitam. Tangkai daun sampai 1,5 m, helaian daun panjangnya sampai 5 m. Anak daun sampai 145 kali 7 cm, bagian bawah ada lapisan lilin. Berumah satu, tongkol betina dengan tongkol jantan panjangnya 2,5 m. Tongkol bercabang satu kali; cabang samping panjang 1,5 m. Bunga jantan berpasangan, panjang 12-15 mm; benang sari banyak. Bunga betina berdiri sendiri, hampir bulat bola; bakal buah beruang 3, dengan 3 kepala putik. Buah buni bulat peluru, dengan ujung pesok ke dalam, garis tengah 4 cm, beruang 3, berbiji 3. Seluruh Jawa, dalam hutan atau ditanam; 1-1400 m. Catatan: Juga terkenal dengan nama yang lama Arenga saccharifera Labill. Boleh dikatakan semua bagian tanaman dipakai; akarnya untuk bahan anyaman dan untuk cambuk, batang yang dibelah untuk talang (saluran air), kayunya untuk tongkat jalan dan usuk genting, pondoh untuk sayur-mayur makan nasi, tulang daun untuk sapu dan kranjang, daun muda untuk ganti kertas rokok, serabut pelepah untuk tali ijuk, untuk genting, kranjang, sapu, sikat, terasnya dibuat „sagu”. Dari tongkol bunga jantan disadap cairan yang mengandung gula, di mana kemudian dibuat gula (gula Jawa), kalau dikhamirkan menghasilkan sagu air, arak atau cuka; bijinya dibuat manisan dan dimakan (kolang-kaling). Bagian yang digunakan Tuak/legen (hasil peragian dari air bunga) dan akar.

 

 

Nama Lokal :

NAMA DAERAH: Bak juk, Bak jok (Aceh); Pola, Paula, Bagot, Agaton, Bargot (Batak); Anau, Biluluk (Minangkabau); Kawung, Taren (Sunda);Aren, Lirang, Nanggung (Jawa); Jaka, Hano (BaIi); Meka (Sawu); Moke, Huwat (FIores); Akel, Akere, Koito, Akol, Ketan (Sawu); Inru (Bugis); Bole (Roti); Seho (Ternate). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA: Arengae pinnatae Radix; Akar Aren.

 

Pemanfaatan :

KEGUNAAN

Tuak/legen:

-Sariawan.

-Sembelit.

 

Akar:

-Batu ginjal.

-Ruam kulit.

 

RAMUAN DAN TAKARAN

 

Batu Ginjal:

Ramuan:

Akar Aren                   2 gram

Daun Keji beling         3 gram

Akar Alang-alang       3 gram

Herba Meniran           3 gram

Air                             20 ml

 

Cara pembuatan:

Dibuat infus.

 

Cara pemakaian

Diminum 1 kali sehari, 100 ml.

 

Lama pengobatan:

Diulang selama 14 hari atau sampai bntu ginjal keluar. Pengobatan dihentikan setelah batunya keluar berupa batu, pasir, atau butiran. Selanjutnya minum rebusan daun Kumis Kucing dan herba Meniran, sebagai pengganti air teh.

 

Sembelit dan Sariawan:

Legen diminum seperti minuman segar lainnya.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanaman Obat Akar Wangi

Akar Wangi

(Vitiveria zizanioides (L,) Nash. Ex, Small)

 

Sinonim :

Andropogon zizanioides Urban. Andropogon squarrosus Hackel. Andropogon muricatus Retz.

 

Familia :

Poaceae (Gramineae).

 

 

Uraian :

Rumput menahun, tinggi dapat mencapai 1 meter. Batang lunak, beruas-ruas, berwarna putih. Daun tunggal, bentuk pita, ujung runcing. Pelepah memeluk batang, warna hijau keputih-putihan. Perbungaan bentuk bulir di ujung batang. Buah padi, berduri, berwarna putih kotor. Akar termasuk akar serabut berwarna kuning. Bagian yang digunakan Akar dan minyak atsiri.

 

 

Nama Lokal :

NAMA DAERAH Useur (Gayo); Hapias, Usar (Batak); Akar babau (Minangkabau); Akar banda (Timor); Iser, Morwastu (Sumatera Utara); Usa, Urek usa (Makasar); Janur, Narawastu, Usar (Sunda); Larasetu, Larawastu, Rarawestu (Jawa). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Vitiveriae Radix; Akar wangi. Oleum Vitiveriae aetheriae; Minvak Akar wangi.

 

Pemanfaatan :

KEGUNAAN

Bau mulut (obat kumur).

Rematik (obat luar).

 

RAMUAN DAN TAKARAN

 

Napas/Mulut bau

Ramuan:

Akar wangi  beberapa potong

Daun Sirih segar  2 lembar

Herba Pegagan segar  1 genggam

Buah Kapulaga  6 butir

Air  110 ml

 

Cara pembuatan:

Dibuat infus.

 

Cara pemakaian:

Untuk berkumur 2 kali sehari, tiap kali pakai 100 ml Bila perlu dapat diencerkan dengan air hangat, sebagian dapat ditelan karena tidak berbahaya.

 

Komposisi :

Akar: Minyak atsiri, hars, dan zat pahit. Minyak: Vetiverin, vetiveron, veton, dan vetivazulen. Kegunaan Bau mulut (obat kumur). Rematik (obat luar).

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanaman Obat Akar Manis

Akar Manis

(Glycyrrhiza glabra L,)

 

Familia :

Papilionaceae (Leguminosae).

 

Uraian :

Simplisia ini masih diimport, sebab belum dapat ditanam di Indonesia. Bagian yang digunakan Akar.

Nama Lokal :

NAMA SIMPLISIA Glycyrrhiza Radix, Liquiritae Radix; Akar Manis

Pemanfaatan :

KEGUNAAN

Anti kolestrol.

Bronkhitis.

Batuk.

Mulas

Tukak lambung

 

RAMUAN DAN TAKARAN

Batuk

Ramuan:

Akar Manis     1,5 gram

Rimpang           8 gram

Daun Sirih        3  lembar

Air                 130 ml

 

Cara pembuatan:

Dibuat infus.

 

Cara pemakaian:

Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore sebelum makan, tiap kali minum 100 ml.

 

Lama pengobatan:

Diulang sampai sembuh.

 

Tukak Lambung

Ramuan:

Akar Manis            3 gram

Rimpang Kunyit     4 gram

Air                      130 ml

 

Cara pembuatan:

Dibuat infus atau diseduh.

 

Cara pemakaian:

Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. Tiap kali minum 100 ml.

 

Lama pengobatan

Diulang selama 14 hari. Bagi penderita yang tidak tahan panasnya kunyit, ramuan dapat ditambah air hingga encer, diendapkan dahulu kemudian diminum.

 

Peringatan

Takaran yang terlalu besar dan pemakaian terlalu lama dapat mengakibatkan hipoklamia.

Komposisi :

Glisirhisin, saponin, glikosida likuiritin, asparagin, umbeliferona, glabrolida, glukosa, sukrosa, asam likuiritat, asam hidroksiglisirhitat, zat pahit, minyak atsiri, dan asparagin.

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Tanaman Obat Ajeran

Ajeran

(Bidens pilosa L.)

 

Sinonim :

Bidens sundaica Blume (1826), Bidens leucorrhiza (Lour.) DC. (1836), Bidens pilosa L. var. minor (Blume) Sherff (1925).

 

Familia :

Asteraceae (Compositae).

 

 

Uraian :

Tumbuhan ini termasuk tumbuhan liar dan banyak ditemui di pinggir jalan. Kadang-kadang ditanam di halaman, sebagai tanaman hias. Tumbuhan ini tergolong terna, tinggi dapat mencapai 150 cm. Batang berbentuk segi empat, warna hijau. Daun bertiga-tiga, masing-masing berbentuk bulat telur, pinggir bergerigi. Bunga bertangkai panjang, mahkota bunga berwarna putih dengan putik berwarna kuning. Bagian yang digunakan Seluruh bagian tumbuhan yang berada di atas tanah (herba).

 

 

Nama Lokal :

NAMA DAERAH: ajeran, hareuga (Sunda), jaringan, ketul (Jawa). NAMA ASING: Black jack (En). Sornet (Fr). Malaysia: kancing baju, pau-pau pasir, keroten. Papua New Guinea: ivu na mag (Gunantuna, New Britain), rakot (Kurtatchi, Bougainville). Philippines: dadayem (Ibanag), burburtak (Ilocano), pisau-pisau (Bisaya). Thailand: puen noksai, kee nok sai, yaa koncham khaao. Vietnam: d[ow]n bu [oos] t, t [uwr] t [oo] hoang, q [ur]y tr [aa] m th [ar] o. NAMA SIMPLISIA Bidentitis pilosae Herba; Herba Ajeran.

 

 

Pemanfaatan :

KEGUNAAN

1. Demam.

2. Pencernaan tidak baik.

3. Rematik (nyeri persendian).

4. Selesma.

5.Usus buntu.

6.Wasir.

 

RAMUAN DAN TAKARAN

 

Selesma dan Demam

Ramuan:

Herba Ajeran (3 gram)

Babakan Pule (200 mg)

Daun Sembung (3 gram)

Daun Poko (2 gram)

Air (130 ml)

 

Cara pembuatan:

Dibuat infus atau diseduh.

 

Cara pemakaian:

Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.

 

Lama pengobatan:

Diulang sampai sembuh.

 

Usus Buntu

Penyakit usus buntu harus segera ditangani oleh dokter. Bila karena sesuatu hal, dokter belum dapat ditemui, ramuan ini dapat digunakan.

 

Ramuan:

Herba Ajeran (5 gram)

Air (120 ml)

 

Cara pembuatan:

Dibuat infus atau pil.

 

Cara pemakaian:

Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml, atau 3 kali sehari 9 pil.

 

Lama pengobatan:

Diulang selama 20 hari.

Komposisi :

Alkaloid poliina, saponin, zat pahit, minyak atsiri, dan zat samak.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanaman Obat Adem Ati

Adem Ati

(Litsea glutinosa (Lour.) C.D. Robins.)

 

Sinonim :

Litsea chinensis Lamk. Litsea littoralis (L.) Vill.

 

Familia :

Lauraceae.

 

Uraian :

Berupa pohon, tinggi dapat mencapai 10 meter. Batang berkayu dan bercabang-cabang. Daun tunggal, bentuk elips, warna hijau, dan berbulu halus. Perbungaan bentuk malai, mahkota bunga berwarna putih kekuningan. Buah bulat, buah muda berwarna hijau, setelah tua berwarna hitam. Akar tunggang warna cokelat muda. Bagian yang digunakan Akar, kulit kayu, dan daun.

 

Nama Lokal :

NAMA DAERAH: Huru batu, Huru beusai, Huru tangkalak, Madang kapas (Sd); Adem ati, Kapu ketek, Nyampu wingka, Wuru beling (Jw). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Litseae glutinosae Radix; Akar Adem Ati. Litseae glutinosae Cortex; Kulit kayu Adem Ati. Litseae glictinosae Folium; Daun Adem Ati.

 

Pemanfaatan :

Kegunaan Di Masyarakat

Akar:

1. Mencret.

2. Kencing manis.

3. Radang usus.

4. Radang kulit bernanah (obat luar).

 

Kulit kayu dan Daun (obat luar):

1. Bisul;

2. Luka berdarah;

3. Obat penenang;

4. Radang kulit bernanah;

5. Radang payudara;

 

RAMUAN DAN TAKARAN

 

Kencing Manis

 

Ramuan:

Akar Adem Ati                         5 gram

Daun Salam segar                 4 lembar

Air                                          140 ml

 

Cara pembuatan:

Dibuat infus.

 

Cara pemakaian:

Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, setiap minum 100 ml.

 

Mencret, Radang Usus

Ramuan:

Akar Adem Ati                        6 gram

Rimpang Kunyit segar            6 gram

Ai                                            110 ml

 

Cara pembuatan:

Dibuat infus atau diseduh.

 

Cara pemakaian:

Diminum 1 kali sehari 100 ml.

 

Lama pengobatan:

Diulang selama 3 hari (Mencret), 14 hari (Radang usus). Bila tidak menunjukkan gejala penyembuhan dianjurkan untuk ke dokter.

 

Radang Kulit Bernanah, Radang Payudara, Luka, dan Bisul

Ramuan:

Kulit kayu/Daun segar Adem Ati                                    secukupnya

Daun Sambilata                                                              secukupnya

Air                                                                                   secukupnya

 

Cara pembuatan:

Dipipis hingga berbentuk pasta.

 

Cara pemakaian:

Ratakan pasta pada bagian kulit yang sakit. Sebelum dibaluri dengan pasta tersebut, sebaiknya dibersihkan dengan air hangat dahulu.

 

Lama pengobatan:

Diperbaharui setiap 3 jam.

Komposisi :

Alkaloid (golongan fenantrena dan aporfina), flavonoida, tanin, polifenol, dan minyak atsiri.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanaman Obat Jukut Pendul

JUKUT PENDUL (kyllinga brevifolia Rottb.)

Nama daerah :

Jukut pendul, teki (sunda)

Bagian yang digunakan :

Seluruh tumbuhan

Khasiat/indikasi :

Mengatasi batuk rejan, bronchitis, batuk, mengencerkan dahak, malaria, sakit kuning, air kemih berlemak, disentri basiler, radang mulut pada anak, rematik, luka berdarah,dan sakit perutran karena pereda darah tidak lancar

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanaman Obat Anting-Anting

Anting-Anting

(Acalypha australis L.)

Famili : Euphorceae
Nama daerah : Anting-anting.
Inggris :
Cina : Tie Xian

Sifat Kimiawi : Kandungan kimia tanaman ini belum banyak diketahui, kegunaan yang disebutkan dari pengalaman turun temurun serta secara empiris.

Efek Farmakologis : Anti biotik, anti radang, peluruh seni, Astringent menghentikan pendarahan (hemostatik), rasa pahit dan sejuk.

Bagian tanaman yang digunakan : seluruh tanaman segar atau kering.

Cara budidaya :
Perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji. Tanaman ini sangat mudah dipelihara dan seperti tanaman lain juga membutuhkan air dengan penyiraman merata atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar. Tanaman ini menghendaki tempat yang cukup sinar matahari dan sedikit agak terlindung.

Resep tradisional:
1. Disentri Amoeba : Tanaman kering (seluruh batang) sekitar 30-60 gram direbus, air rebusan diminum 2 kali dan diulangi untuk 5-10 hari.
2. Dermatitis, Eksema, Koreng : Herba segar secukupnya direbus, air rebusannya untuk cuci kulit yang sakit.
3. Batuk, mimisan dan berak darah : Tanaman kering 30-60 gram, direbus dan diminum setelah dingin.
4. Obat untuk kucing : Akar biasa dipakai obat oleh kucing secara naluriah.
5. Pendarahan, Luka bakar : Herba segar ditambah gula pasir secukupnya, dilumatkan kemudian ditempel ketempat yang sakit.
6. Disentri Basiler : Tanaman kering 30-60 gram, ditambah portulaka 30 gram, gula 30 gram, direbus dan diminum setelah dingin.
7. Diare, muntah darah : Tanaman kering 30-60 gram, direbus dan diminum setelah dingin.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanaman Obat Gandarusa

GANDARUSA (justicia genadrusa burm. F.)

Nama daerah :

Besi-besi (aceh), handarusa (sunda), trus (jawa), gandarisa (bima), puli (ternate)

Bagian yang digunakan :

Daun

Khasiat :

Melancarkan sirkulasi darah. Mengobati rematik persendian, memar, keseleo, patah tulang, luka terpukul, bisul, dan borok

Posted in Uncategorized | Leave a comment