Tanaman Jati Belanda

Jati Belanda

(Guazuma ulmifolia Lamk, var. Tomentosa Schum.)

Sinonim :
Guazuyna tomentosa Kunth.

Familia :
Sterculiaceae.

Uraian :
Tanaman pohon, tinggi lebih kurang 10 meter. Batang keras, bulat, permukaan kasar, banyak alur, berkayu, bercabang, warna hijau keputih-putihan. Daun tunggal, bulat telur, permukaan kasar, tepi bergerigi, ujung runcing, pangkal berlekuk, pertulangan menyirip, panjang 10-16 cm, lebar 3-6 cm, warna hijau. Bunga tunggal, bulat di ketiak daun, warna hijau muda. Buah kotak, bulat, keras, permukaan berduri, warna hitam.

Nama Lokal :
NAMA SIMPLISIA: Gliazumae Folium; Daun Jati belanda.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Khasiat Diaforetik, tonik, dan astringen. PENELITIAN Yusuf Husni, 1986. Fakultas Farmasi, UNAIR. Telah melakukan penelitian pengaruh pemberian daun Jati belanda terhadap kadar kreatin dan urea pada serum darah kelinci. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata pemberian daun Jati belanda selama 2 bulan tidak menaikkan kadar kreatin dan urea. Hal ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengetahui ada tidaknya kelainan fungsi ginjal setelah pemberian Jati belanda. Subandrio Joko Semedi, 1987. Fakilltas Farmasi, UNAIR. Telah melakukan penelitian pengaruh pemberian seduhan daun Jati belanda terhadap aktivitas enzim SGOT, SGPT, dan SGGT. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata pemberian seduhan daun Jati belanda selama 1 bulan tidak berpengaruh terhadap aktivitas enzim SGOT, SGPT, dan SGGT. Hal ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengetahui ada tidaknya kelainan fungsi hati setelah pemberian Jati belanda. Lies Andarini, 1987.Jurusan Biologi, FMIPA UNAIR. Telah melakukan penelitian pengaruh pemberian infus daun Jati belanda terhadap berat badan mencit. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian infus daun Jati belanda 5 %, 10 %, 15 %, dan 20%, masing-masing sebanyak 0,5 ml dapat menurunkan berat badan mencit. Pemberian infus daun Jati belanda 15% dan 20%, masing-masing 0,5 ml dapat menurunkan jumlah makanan mencit.

Pemanfaatan :

Bagian yang Digunakan

Daun, kulit kayu, dan buah.

KEGUNAAN

Daun: Kegemukan.

Buah:

Bronkhitis.

Biji:

1. Kegemukan.

2.         Sakit perut.

RAMUAN DAN TAKARAN

Kegemukan

Ramuan:

Daun Jati belanda  7 helai

Daun Tempuyung  7 helai

Serbuk Majakan   sedikit

Air   115 ml

Cara pembuatan:

Dibuat infus atau diseduh.

Cara pemakaian:

Diminum 1 kali sehari 100 ml.

Lama pengobatan:

Diulang selama 30 hari.

Sakit Perut dan Perut Kembung

Ramuan:

Buah Jati belanda (serbuk)   2 sendok teh

Air mendidih   100 ml

Minyak Adas (bila perlu)   1 tetes

Cara pembuatan: Diseduh

Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.

Lama pengobatan: Diulang selama 7 hari.

Komposisi :
Tanin, lendir, zat pahit, dan damar.

This entry was posted in Tanaman Jati Belanda and tagged , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Tanaman Jati Belanda

  1. Maradona says:

    Klo tanaman yg didaerten 1-4 aku pernah denger khasiat mistisnya *GUBRAK!!! tapi yg Jahe aku malah baru tau klo tante kunti takut sama Jahe hhe…. Btw, apa kbar nie Sob? wah waktu itu aku ksini lagi libur 1 bulan… ternyata sekarang udah Blogging lagi toh sampean hhe…Semangat n Sukses slalu :P

  2. Taufiq says:

    salam..Thanks for the entry..saya berminat nak mebmeli daun getah yang sudah diproses.. (belum diguhah). Kalau ada nombor untuk dihubungi saya amat berterima kasih..

  3. Carlos says:

    simbahe seneng karo daun katu .saya seidnri aja suka daun katu di campur indomi goreng sama telor ..heeeeeeeemulane tambah gemuk hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

  4. Christina says:

    ( Pembasmi Kecoa, racun kecoa, obat kecoa, umpan kecoa ) Metode UmpanRiefkyHP. 0812 80 2324 8330gr Rp. 105.000500gr Rp. 1.000.000adalah Anti Kecoa berbentuk gel brrawena hijau dengan menggunakan bahan aktif Boric Acide 0, 01 % yang diformulasikan secara khusus, memiliki masa aktif 25 hari setelah diaplikasikan, sangat efektif untuk membasmi semua jenis kecoa yang ada di Indonesia yang memiliki dua iklim.Dengan berbekal teknologi IGR ( Insect Growt Regulator ) dan MIB ( Methabolic Inhibitor Bait ) , menjadikan pengendalian kecoa sangat efektif sampai tingkat 99 % , dengan cara merusak sistem methabolisme dan pencernaan serta menghambat perkembangan kecoa. Kecoa yang memakan gel akan mengalami kerusakan sistem mathabolisme sehingga tidak mampu mencerna zat makanan dalam tubuhnya, mengakibatkan kecoa selalu membuang kotoran terus menerus dan pada akhirnya mati lemas.Sebelum mati biasanya induk kecoa selalu membawa makanan ( gel ) dan ditempatkan disekitar telur kecoa sebagai persediaan makanan disaat telur kecoa menetas, dan pada akhirnya anak kecoa yang baru menetas akan mati karena memakan gel yang ada disekitarnya, dan dengan memanfaatkan sifat kanibalisme pada kecoa, gel ini juga dapat memberikan Efek Domino yakni kematian beruntun, kecoa yang mati bagian tubuhnya akan dimakan oleh kecoa yang lain sehingga menyebabkan kematian karena terkontaminasi racun yang terkandung dalam bangkai kecoa yang dimakan, dan begitu seterusnya.Metode Baiting1. Menggunakan umpan khusus kecoa2. Tidak beracun, bahan MIB Sodium Boric, relatif tidak beracun bagi manusia.3. Mematikan seluruh jenis kecoa dan kecoa mati disarangnya.4. Umpan bekerja 24 jam dan umpan mampu bertahan selama 25 hari.5. Aplikasi dapat dilakukan kapan saja, praktis dan efisien.6. Aman bagi kesehatan, tanpa ada kontaminasi pestisida.7. Bebas dari bau dan percikkan aplikasi insektisida.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>