Tanaman Kacapiring

KACAPIRING

(Gardema augusta Merr.)

Suku :

Rubiaceae

Nama Daerah :

Sumatera : meulu bruek, raja putih (aceh). Jawa : kacapiring (sunda), kacapiring, peciring, cepiring, ceplokpiring ( jawa ). Maluku : kacapiring, sangklapa. Nusa Tenggara: Jempiring (Bali).

Uraian Tumbuhan :

Kacapiring berasal dari cina dan jepang. Bisa ditemukan sebagai tanaman hias di pekarangan pada daerah pegunungan dengan ketinggian 400 m dpl dan baru berbuah jika ketinggian sekitar 3.000 kaki dpl.

Perdu tegak dengan tinggi 1-2 m ini mempunyai batang bulat berkayu, bercabang, ranting muda, dan daunnya berlapis lilin. Daun letaknya berhadapan atau berkarang tiga, tebal dan licin seperti kulit , bertangkai pendek, bentuknya elips, atau bulat telur  sungsang, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, permukaan atas mengilap, panjang 4,5 – 13 cm, lebar 2 – 5 cm, warnanya hijau tua. Bunga tunggal, bertangkai pendek, warnanya putih, keluar dari ujung ranting,baunya harum. Buah bentuknya bulat telur, kulitnya tipis, mengandung pigmen berwarna kuning, dan  berbiji banyak.

Di cina bunganya digunakan sebagai penambah rasa  pada daun teh . buahnya bisa dimakan dan dapat digunakan sebagai pewarna kuning pada makanan (seperti kunyit). Perbanyak dengan biji, cangkok, atau stek batang.  

Sifat dan khasiat:

Buah kacapiring rasanya pahit, sifatnya dingin , dengan afinitas ke meridian jantung, hati, paru, lambung dan sanjiao. Buah kacapiring berfungsi sebagai pembersih panas dan api, menyejukkan darah, membuah racun, serta menghilangkan lembab. Khasiat buah kacapiring adalah meningkatkan fungsi hati dan menemnangkan emosi (sedative), melancarkan aliran empedu ke usus (kolagoga), anti radang (antiflogistik), antibiotic, pereda demam, peluruh dahak, peluruh kencing, penyejuk darah, penawar racun, penghenti perdarahan, dan menghancurkan bekuan darah. Ekstrak buah kacapiring berkhasiat  hepatoprotektor, yaitu melindungi hati dari kerusakan akibat racun.

Akar dan bunga berkhasiat peluruh haid. Bunga berkhasiat hemostatis, penenang (sedative), dan peluruh kencing (deuretik).

Bagian yang digunakan :

Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah buah masak (zhi zi) dan akarnya. Daun dan bunga juga digunakan sebagai obat. Buah dipetik setelah masak, lalu kukus atau rebus sebentar sebelum dikeringkan untuk disimpan. Buah bisa digunakan segar atau setelah dikeringkan. Daun dipetik sepanjang tahun. Setelah dicuci bersih, lalu jemur sampai kering.

Indikasi :

Buah kacapiring digunakan untuk mengatasi :

-          Penyakit  dengan demam yang memberikan gejala demam tinggi, mudah tersinggung, delirium gangguan kesadaran.

-          Radang hati (hepatitis), sakit kuning (jaundice) disertai demam, tidak nafsu makan, air kencing sedikit (oliguria)dan kencing sakit

-          Radang selaput lender kandung kencing

-          Radang payudara

-          Perdarahan akibat darah panas seperti muntah darah, kencing darah, berak darah, batuk darah, mimisan

-          Susah tidur

-          Sakit tenggorokan, sariawan , sakit gigi

-          Disentri, gigitan ular

-          Mata bengkak dan nyeri

-          Tekanan darah tinggi

Daun kacapiring digunakan untuk mengatasi :

-          Demam

-          Sesak nafas

-          Tekanan darah tinggi

-          sariawan

Cara pemakaian :

Untuk obar yang diminum, gunakan 30 – 60 g akar atau 3 – 9 g buah, lalu rebus dan minum airnya.

Untuk pemakaian luar, giling buah kacapiring segar sampai halus, lalu tambahkan putih telur atau arak putih. Selanjutnya, tempelkan pada bagian tubuh yang sakit seperti luka memar, keseleo, radang kulit ( bisul, abses, borok, cacar ular / herpes zooster), luka bakar, tersiram air panas, dan sakit gigi. Pasta herba kacapiring digunakan untuk obat luar untuk mengatasi gangguan pada mata.

Contoh pemakaian :

Demam

-          siapkan daun kacapiring segar (30 g), lalu cuci dan tambahkan gula aren sebesar ibu jari. Rebus dengan dua gelas air sampai air rebusannya tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan 2 – 3 kali sehari sampai sembuh.

-          Rebus buah kacapiring kering (20 g) dengan tiga gelas air sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum air saringannya sehari tiga kali, masing-masing ½ gelas.

-          Iris tipis akar kacapiring kering ( 30 g) , lalu rebus denan empat gelas air sampai tersisa ½ gelas. Setelah dingin , saring dan minum airnya sehari 3 kali, masing-masing ½ gelas.

Batuk

Cuci bunga kacapiring segar (3 kuntum), lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum sehari 3 kali masing-masing ½ gelas. Setiap kali minum, tambahkan madu secukupnya.

Hepatitis disertai kuning

Cuci bersih buah kacapiring (9 g), herba daun sendok segar (60 g), dan rimpang temulawak (seukuran ½ telapak tangan ), lalu potong-potong seperlunya. Tambahkan air 500 cc, lalu rebus sampai airnya tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum airnya sedikit demi sedikit. Air yang diminum harus habis dalam sehari. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

Tidak nafsu makan

Cuci daun kacapiring segar (5 – 10 lembar), lalu giling halus. Masukan kedalam cangkir, lalu sduh dengan air panas. Setelah dingin, tambahkan madu secukupnya, aduk rata lalu minum sekaligus. Lakukan setiap  hari sampai timbul nafsu makan.

Muntah darah, kencing darah, berak darah

Siapkan buah kacapiring kering (9 g), akar alang-alang (15 g) ,herba urang-aring (30 g), dan daun nanas kerang (30 g). rebus semua bahan dengan 4 gelas air sampai tersisa ½ gelas. Setelah dingin, saring dan minum airnya sehari 3 kali, masing-masing ½ gelas. Lakukan setiap hari sampai  darah berhenti keluar.

Mata bengkak dan nyeri

Cuci buah kacapiring (9 g), bunga krisan (9 g), dan akar manis (3 g), lalu potong-potong seperlunya. Rebus semua bahan dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan minum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

Sariawan

Cuci daun kacapiring segar sebanyak 1 genggam, lalu giling halus. Masukan ke dalam cangkir, seduh dengan air mendidih, lalu tutup. Setelah dingin , saringdan gunakan airnya untuk berkumur. Lakukan 3-4 kali sehari sampai sembuh.

Catatan :

-          Jangan minum rebusan buah kacapiring jika sedang menderita diare

-          Obat paten : Daochi pien, Ching Fei Yi Huo Pien, Zhizi Jinhua Wan.

This entry was posted in Tanaman Kacapiring and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>