Tanaman Padi

PADI (Oryza sativa L.)

Nama Daerah : Jawa ; pari, padi. Nusa Tenggara ; padi, pantu, pare, fare, pari.

Uraian Tumbuhan :

Padi banyak varietasnya yang ditanam disawah dan diladang, sampai ketinggian 1.200 m dpl. Tanaman semak semusim ini berbatang basah, tingginya 50 cm – 1,5 m. Batang tegak, lunak, beruas, Berongga, kasar, warna hijau. Daun tunggal berbentuk pita yang panjangnya 15-30 cm, lebar mencapai 2 cm, perabaan kasar, ujung runcing, tepi rata, berpelapah, pertualangan sejajar, hijau. Bunga majemuk berbentuk malai. Buahnya buah batu, terjurai pada tangkai, warna hijau, setelah tua menjadi kuning. Biji keras, bulat telur, putih atau merah.

Butir-butir padi yang sudah lepas dari tangkainya disebut gabah, dan yang sudah dibuang kulitnya disebut beras. Bila beras ini dimasak, maka namanya menjadi nasi,yang merupakan bahan makanan utama bagi sebagian besar penduduk Indonesia.

Sifat dan khasiat :

Akar bersifat hangat dan manis. Berkhasiat menghilangkan keringat, membunuh cacing (antelmintik), dan sebagai penawar racun. Selaput biji (kulit ari) bersifat manis, netral, serta masuk meridian limpa lambung. Berkhasiat memelihara lambung, memperkuat limpa, meningkatkan nafsu makan, dan anti neuritis. Pati beras berkhasiat sebagai pelembut kulit, peluruh kencing, dan pendingin.

Bagian yang digunakan :

Selaput biji, biji, tangkai, dan akar selaput biji dijemur sampai kering.

Kegunaan :

Selaput biji berkhasiat untuk mengatasi :

-          Lambung dan limpa lemah

-          Tidak nafsu makan

-          Gangguan pencernaan

-          Rasa penuh di dada dan perut

-          Beri-beri

-          Tangan dan kaki rasa kesemutan, baal

Tangkai buah (merang) berkhasiat untuk mengatasi :

-          Rambut kotor

-          Keguguran

Biji (beras) berkhasiat untuk mengatasi :

-          Demam

-          Diare

-          Gondongan

-          Rematik, keseleo

-          Radang payudarah, radang kulit

-          Bisul

Akar berkhasiat untuk mengatasi :

-          Keringat berlebihan, berkeringat spontan

-          Filariasis

Cara pemakaian :

Selaput biji sebanyak 10-15 g atau akar 15-20 g direbus, lalu airnya diminum. Untuk pemakaian luar, beras digiling halus bersama bahan lain, untuk pemakaian setempat. Merang dibakar, lalu tambahkan air. Campuran ini baik untuk mencuci rambut.

Contoh pemakaian :

-          Diare

Segenggam beras merah disangrai sampai kuning. Lalu di giling halus. Seduh dengan air panas sambil diaduk rata, sampai menjadi kuah kental. Ramuan yang disebut air tajin ini lalu ditambahkan sedikit garam. Setelah dingin siap untk diminum. Lakukan 2-3 kali sehari.

-          Pencuci  Rambut

Sebanyak 2 ikat tangkai buah kering (merang) dimasukan kedalam panic atau bejana dari tanah liat. Kemudian merang dibakar sampai semuanya hangus menjadi abu. Tambahkan 1 liter air, lalu embunkan di udara terbuka semalaman. Ambil air bening untuk keramas. Selesai keramas, bilas dengan air perasan 1 buah jeruk puruut yang telah masak dan diencerkan dengan 2 gelas air. Kemudian rambut dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Lakukan 3 kali dalam seminggu.

-          Gondongan

Ambil sekepal nasi panas, urutkan pada bagian pipi yang bengkak

-          Rematik

-          Mematangkan bisul

-          Beri-beri

 

 

This entry was posted in Tanaman Padi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>