TANAMAN OBAT TEMU LAWAK

TEMU LAWAK

(Curcuma xanthorrhiza Roxb.)

Suku : zingiberaceae

Nama

  1. Sinonim
    C.zerumbet majus Rumph
  2. Nama daerah

Sumatera : temulawak. Jawa : koneng gede,a, temu besar, aci koneng, koneng tegel, temulawak. Madura : temolabak. Bali : tommo. Sulawesi selatan : tommon. Ternate : karbanga

3. Nama asing

Kiang huang (C), harida, haldi (IP), halud (Bengali), kurkum (Arab), zardcchobacch (Persia), menjal (Tamil), kunong huyung (Indochina)

4. Nama simplisia temu ray

Curcumae Rhizoma (rimpang temulawak)

Uraian tumbuhan

          Temulawak merupakan tanaman asli Indonesia dan termasuk salah satu jenis temu-temuan yang paling banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional. Selain itu, temu lawak merupakan sumber bahan pangan, pewarna, bahan baku industry (seperti kosmetika), maupun dibuat makanan atau minuman segar. Temulawak telah dibudidayakan dan banyak di tanam di pekarangan atau tegalan, juga sering ditemukan tumbuh liar di hutan jat dan padang alang-alang. Tanaman ini lebih produktif pada tempat terbuka yang terkena sinar matahari dan dapa tumbuh mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi. Akan tetapi, untuk mencapai hasil yang maximal sebaiknya ditanam pada ketinggiaan sekitar 200-600 m dpl

          Terna tahunan (perennial) ini tumbuh merumpun dengan batang semu yang tumbuh dari rimpangnya. Batang semu berasal dari pelepah-pelepah daun yang saling menutup membentuk batang. Tinggi tanaman ini dapat mencapai 2 m. tiap tanaman berdaun 2-9 helai, berbentuk bulat memanjang atau lanset, pajang 31-84 cm, lebar 10-18 cm, berwarna hijau, pada sisi kiri dan kanan ibu tulang daun terdapat semacam pita memanjang berwarna merah keunguan. Perbungaan termasuk tipe exantha, yaitu jenis temu yang bunganya keluar langsung dari rimpang yang panajngnya mencapai 40-60 cm. bunganya majemuk berbentuk bulir, bulat panjang, panjang 9-23 cm, lebar 4-6 cm. bunga muncul secara bergiliran dari kantong-kantong daun pelindung yang besar dan beraneka ragam dalam warna dan ukurannya. Mahkota bunga berwarna merah.bunga mekar pada pagi hari dan berangsur-angsur layu pada sore hari. Sejauh ini temulawak belum pernah dilaporkan menghasilkan buah atau biji. Rimpang dibedakan atas rimpang induk (empu) dan rimpang cabang. Rimpang induk bentuknya jorong atau gelendong, berwarna kuning tua atau cokelat kemerahan, bagian dalam berwarna jingga cokelat. Rimpang cabang keluar dari rimpang induk, ukurannya lebih kecil, tumbuhnya kearah samping, bentuknya bermacam-macam, dan warnanya lebih muda. Akar-akar di bagian ujung membengkak, membentuk umbi yang kecil. Rimpang temulawak termasuk yang paling besar diantara semua rimpang marga curcuma. Rimpangnya dipanen jika bagian-bagian tanaman yang ada di atas tanah sudah mulai kering dan mati. Biasanya sekitar 9-24 bulan. Sebagian ahli taksonomi menganggap bahwa temulawak merupakan bentuk ariasi intraspesifik dari Curcuma zedoaria.

          Sebagai ramuan obat tradisional, temulawak dapat digunakan sebagai bahan obat utama (remedium cardnale), bahan obat penunjang (remedum adjuvans), pemeri warna (corrgentia coloris) maupun sebagai penambah aroma (corrgentia odoris). Secara empiris, temulawak digunakan sebagai obat dalam bentuk tunggal maupun campuran. Temulawak dapat digunakan untuk mengatasi gangguan hati dan penyakit kuning, baik berupa rebusan maupun seduhan rimpang yang sudah dijadikan bubuk. Pati rimpang temulawak, dapat digunakan untuk makanan bayi atau sebagai pembuat kue.

          Temulawak dapat diperbanyak dengan rimpang yang telah berumur 9 bulan atau lebih.

Sifat dan khasiat

          Rimpang kerbau aromatic tajam, rasanya pahit agak pedas. Temulawak mempunyai khasiat laktagoga, kolagoga, antiinflamasi, tonikum dan diuretic. Minyak sari temulawak, juga berkhasiat fungistatik pada beberapa jenis jamur dan bakteriostatik pada mikroba Staphyllococcus sp.dan Salmonella sp.

          Aktiitas kolagoga rimpang temulawak ditandai dengan meningkatnya produksi dan sekresi empedu yang bekerja kolekinetik dan koleretik. Kerja kolekinetik dilakukan oleh fraksi kurkuminoid, sedangkan kerja koleretik dilakukan oleh komponen dari fraksi miyak asiri. Dengan meningkatnya pengeluaran cairan empedu maka partikel padat dalam kandung empedu berkurang. Keadaan ini akan mengurangi kolik empedu, perut kembung akibat gangguan etabolise lemak, dan menurunkan kadar kolesterol darah yang tinggi

          Aktivitas antitumor dilakukan terhadap mencit dengan sarcoma 180 ascites (Itokawa, 1985). Berdasarkan hasil penelitian, akurkumen mempunyai aktivitas antitumor yang tnggi, sifatnya tergantung pada besarnya dosis yang digunakan.

Kandungan kimia

          Temulawak terdiri dari fraksi pati, kurkuminoid, dan minyak asiri (3-12%).

          Fraksi pati merupakan kandungan terbesar, jumlah bervariasi antara 48-54% tergantung dari ketinggian tempat tumbuh. Makin tinggi tempat tumbuh maka kadar patinya semakin rendah dan kadar minyak asirinya semakin tinggi. Pati temulawak terdiri dari abu,protein, lemak, karbohidrat, serat kasar, kurkuminoid, kalium, natrium,kalsium, magnesium, besi,mangan, dan cadmium (sidik, 1985). Pati rimpang temulawak dapat dikembangkan sebagai sumber karbohidrat, yang digunakan untuk bahan makanan atau campuran bahan makanan.

          Fraksi kurkuminoid mempunyai aroma yang khas, tidak toksik, terdiri dari kurkumin yang mempunyai aktivitas antiradang dan desmetoksikurkumin.

          Minyak asiri berupa cairan berwarna kuning atau kuning jingga, berbauaromatik tajam. Komposisinya tergantung pada umur rimpang, tempat tumbuh, teknik isolasi, teknik analisis, perbedaan klon varietas, dsb. Oei Ban Liang (1985) dengan metod kromatografi gas mendeteksi 31 komponen yang terkandung dalam temulawak. Beberapa diantaranya merupakan komponen khas minyak asiri temulawak, yaitu isofuranogermakren, trisiklin, allo-aromadendren, germakren, dan xanthorrhisol. Selain itu terdapat komponen lain yang bersifat insect repellent yaitu ar-turmeron (Su, 1982).

Bagian yang digunakan

          Bagian yang digunakan adalah rimpang. Caranya, cuci rimpang temulawak dari kotoran yang melekat sampai bersih, lalu kupas kulitnya dan iris tipis-tipis dengan ketebalan 7-8 mm. selanjutnya, keringkan di bawah sinar matahari langsung dengan cara diangin-anginkan pada tempat terlindung, tetapi tidak lembab atau keringkan dalam tamur pemanas pada temperature 50-55ºC selama 7 jam. Jika temperature terlalu tinggi maka sebagian minyk asiri akan menguap.

Indikasi

Rimpang temulawak digunakan untuk pengobatan dan mengatasi :

ü Radang hati (hepatitis), sakit kuning (jaundice)

ü Radang ginjal

ü Radang kronis kandung empedu (kolesistitis kronik)

ü Meningkatkan aliran empedu ke saluran cerna

ü Perut kembung

ü Tidak nafsu makan (anoreksia) akibat kekurangan cairan empedu

ü Demam, pegal linu, rematik

ü Memulihkan kesehatan setelah melahirkan

ü Sembelit,diare

ü Batu empedu (kolelitiasis)

ü Kolesterol darah tinggi (hiperkolesterolemia)

ü Haid tidak lancer

ü FLek hitam di muka, jerawat

ü Wasir dan

ü Produksi ASI sedikit

Cara pemkaian

Untuk obat yang diminum, gunakan 2 jari rimpang segar, lalu rebus. Cara lain, seduh rimpang yang telah dikeringkan dengan air panas.

          Untuk pemakaian luar, cuci rimpang sampai bersih, lalu parut. Hasil parutannya dapat digunakan sebagai masker untuk mengobati jerawat dan flek hitam di muka.

Efek Farmakologi dan Hasil Penelitian

  1. Ekstrak air temulawak dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia, tetapi tidak berpengaruh pada HDL kolesterol. (Abdul Naser, jurusan Farmasi FMIPA, UNPAD, 1987)
  2. Kurkuminoid temulawak dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah kelinci dalam keadaan hiperlipidemia. Peningkatan kadar HDL kolesterol hanya berpengaruh pada pemberian 20 mg kurkuminoid (Pramadhia Budhidjaya, Jurusan Farmasi FMIPA, UNPAD, 1988)
  3. Pemberian kurkuminoid temulawak pada kelinci berbobot 1,5-2,5 kg, dengan dosis 5, 10, 15, 20, dan 25 mg/ekor, peroral, setiap hari selama 42 hari. Pada semua dosis, kurkuminoid dapat menurunkan kadar kolesterol total dan bilirubin total, serta menaikkan kadar asam empedu darah kelinci. (Robert Edward Aritonang, Jurusan Farmasi-FMIPA, UNPAD,1988)
  4. Infuse rimpang temulawak 5, 10, dan 20% dapat meningkatkan daya regenerasi sel hati secara nyata disbanding control pada tikus putih jantan yang dirusak sel hatinya dengan 1,25 ml karbon  tetraklorida/kg bb, peroral (Setiawan Angtoni, Fakultas Farmasi UBAYA, 1991)
  5. Ekstrak air temulawak 10% b/v dengan dosis 6,8, dan 10 ml/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT darah kelinci yang terinfeksi virus hepatitis B, tetapi tidak berpengaruh terhadap virus hepatitis B. (Sumiati Yuningsih, Jurusan Farmasi FMIPA, UNPAD, 1987)
  6. Kurkuminoid temulawak dengan dosis 10,15,dan 20 mg/hari dapat menurunkan kadar SGOT dan SGPT, serta menaikkan kadar ChE darah kelinci keadaan hepatotoksik (Tavip Budiawan, jurusan Farmasi FMIPA UNPAD, 1998)
  7. Minyak asiri temulawak jenuh dalam dapar “KREBS”, akan menghambat penyerapan glukosa dalam usus halus tikus dan bersifat reversible (Endah Primawati,Jurusan Farmasi-FMIPA UNPAD, 1987)
  8. Kurkuminoid temulawak dapat meningkatkan penyerapan glukosa di usus hakus tikus. Penyerapan ini juga bersifat reversible (Karta,Jurusan Farmasi FMIPA UNPAD, 1987)
  9. Campuran kurkuminoid dan minyak asiri menghambat penyerapan glukosa pada mencit. Ikatan keduanya juga bersifat reversible  (Eli Halimah, Jurusan Farmasi, FMIPA UNPAD 1987)
  10. Infus rimpang temulawak 20% dan 40% dapat menambah produksi air susu mencit secara nyata dibandingkan dengan control. Terdapat perbedaan yang nyata antara pemberian infuse 20% dan 40%. Infuse diberikan pada induk mencit dan produksi susu diukur dengan cara menilai perbedaan  berat anak mencit sebelum dan sesudah menyusui (Clara Maria Limono, FFUBAYA, 1990)

Contoh pemakaian

  • Pelancar ASI

Cuci 20 g rimpang segar temulawak,lalu parut. Hasil parutannya, peras dan saring, lalu ditim sampai mendidih. Setelah dingin tambahkan 2 sendok makan madu sambil diaduk rata, lalu minum. Lakukan pagi dan sore, dengan takaran yang sama banyak.

  • Menurunkan kadar kolesterol darah yang tinggi

Kupas kulit rimpang temulawak segar sebesar 3 jari, lalu parut. Tambahkan 3/4 cangkir air panas dan biarkan mengendap. Setelah dingin, endapannya dibuang dan airnya diminum. Lakukan setiap hari

  • Hepatitis

1)   Rimpang temulawak segar sebesar 2 jari dikupas kulitnya lalu diparut. Tambahkan air panas sebanyak 1/2 cangkir dan 1 sendok makan madu. Aduk campuran tadi sampai merata lalu dibiarkan mengendap. Minum beningnya, ampasnya dibuang. Lakukan 2 kali sehari, sampai sembuh.

2)   Rebus 10 g rimpang temulawak kering dan 30 g akar alang-alang (Imperata cylindrical) dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari.

  • Wasir

Sediakan rimpang temulawak sebesar 1 jari, kelembak (Rheum officinale Baill.) sebesar 3/4 jari, 1 genggam pegagan (Centella asiatica L.), 1 genggam daun saga (Abrus precatorius L.), 1/2  genggam patikan cina (Euphorbia thymifolia L.), dan gula enau sebesar 3 jari. Cuci bahan-bahan tersebut, lalu potong-potong seperlunya. Selanjutnya rebus bahan-bahan tersebut dalam 5 gelas air saringannya diminum, sehari 3 kali, masing-masing 1/3 bagian. Lakukan pengobatan ini setiap hari.

  • Jerawat

Cuci rimpang temulawak sebesar 1 jari, lalu potong-potong seperlunya. Selanjutnya, rebus dalam 4 gelas minum air bersih sampai tersisa separonya. Setelah dingin, saring dan tambahkan madu ke dalam air saringannya seperlunya, lalu diminum. Pengobatan dilakukan sehari 2 kali, setiap kali cukup 1 gelas.

  • Diare

Cuci rimpang temulawak sebesar 1/2 jari , lalu panggang sampai hangus. Selanjutnya, giling bahan tersebut sampai halus, lalu seduh dengan 1/2 cangkir air panas. Tambahkan 1 sendok makan madu sampai aduk sampai merata, lalu diminum. Lakukan 2 kali sehari sampai sembuh.

  • Sembelit

Sediakan rimpang temulawak dan buah asam (Tamarindus indica L.) masak (masing-masing sebesar 1 jari), gula enau secukupnya. Selanjutnya potong tipis-tipis, lalu seduh dengan 1 cangkir air mendidih. Aduk sampai gulanya larut dan minum setelah dingin

  • Demam

Rebus 1 jari rimpang temulawak yang telah diiris tipis-tipis dan 5 batang meniran dengan akarnya dalam 5 gelas air bersih sampai tersisa separonya. Setelah dingin, saring dan air sarinmgannya dibagi untuk 3 kali minum, pagi, siang, dan sore hari.

  • Nyeri haid

Sediakan 10 iris rimpang temulawak, asam kawak sebesar telur burung puyuh, dan gula enau sebesar 3 jari. Rebus bahan-bahan tersebut dalam 2 gelas air sampai tersisa separonya. setelah dingin, minum ramuan tersebut. Lakukan setiap hari selama 1 minggu sebelum haid.

  • Penambah nafsu makan

Sediakan 20 g rimpang temulawak segar yang telah diiris tipis-tipis, 10 g asam jawa, dan 30 g gula enau. Masukkan bahan-bahan tersebut ke dalam panic email, lalu rebus dalam 250 cc air sampai mendidih (selama 15 menit). selanjutnya saring dan minum ramuan tersebut selagi hangat, sehari 2 kali, masing-masing 1/2 bagian.

Catatan :

ü Saat ini sudah diproduksi ramuan temulawak berbentuk tablet, drag (tablet salut gula) atau berbentuk serbuk., contohnya curcuma tablet/drag dan sari temulawak. Cara pemakaian, sehari 3 kali 2 tablet/ drag datau satu bungkus sari temulawak untuk 1 kali pemakaian , seharu 2  bungkus.

ü Jika menggunakan perasan air temulawak mentah (tidak direbus atau diseduh dengan air panas), endapkan dahulu supaya tepungnya tidak ikut terminum karena tepung mentah dapat menggangu fungsi ginjal.

ü Tepung temulawak dapat dimakan setelah diolah. Caranya, parut rimpang, kemudian peras dan endapkan. Buang airnya ganti beberapa kali sampai bau dan warna kuning hilang , kemudian jemur. Akhirnya tepung temulawak siap untuk digunakan.

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>